Mahasiswi Pembuang Bayi Ternyata Warga Wakoko – Butonpos
Suara Buton

Mahasiswi Pembuang Bayi Ternyata Warga Wakoko

ASRI

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Orang tua sekaligus pelaku pembuang bayi di pantai Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo, IS (21), ternyata merupakan warga setempat. Rumahnya tak jauh dari tempat penemuan mayat bayi perempuan malang itu. Dia juga sekarang masih tercatat sebagai mahasiswi aktif salah satu Akademi Kebidanan (Akbid) di Kota Baubau.

Menyikapi kasus ini, Lurah Wakoko Asri M SP menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Namun sebagai pemerintah setempat, dia sangat menyeselkan hal itu terjadi. Menurutnya, bila sudah merasa berbadan dua, sebaiknya jujur sama orang tua supaya diurus dengan baik-baik.

Dia mengaku, ketika panas-panasnya kasus pembuangan bayi ini sempat menimbulkan gunjang-gunjing dan fitnah di masyarakatnya. “Tapi saya sampaikan dulu bahwa tidak usah kita fitnah, kita berprasangka buruk pada orang, itu merupakan tugas kepolisian untuk mencari tahu pelakunya,” kata Asri ketika ditemui di kantornya, Rabu (26/7).

Demikian pula ketika terungkap sekarang, masyarakatnya seakan tak percaya bahwa ternyata pelaku adalah orang sekitar lingkungan mereka sendiri. Sebab, baik mulai proses hamil hingga melahirkan tak satupun dari mereka mengetahui, termasuk kedua orang tuanya.

“Ini kan dia buang bayi tidak diketahui orang tuanya. Pada saat hamil, pada saat melahirkan, pada saat dia buang bayinya, tidak ada yang tahu. Ketika mau digali kubur bayi itu baru kita kaget bahwa padahal masyarakat saya di wilayah di sini,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk tidak menggunjingkan kasus ini. Cukup simpan dihati karena pelakunya sudah terungkap. Percayakan pihak kepolisian yang menuntaskan proses hukumnya, karena kasus ini merupakan aib bagi Kelurahan Wakoko.

“Saya imbau kepada masyarakat yang penting kamorang sudah tahu bahwa pelakunya adalah nama ini, jadi kamorang tidak usah ributkan. Ini adalah aibnya kita dalam satu kelurahan ini. Biarkan menjadi penanganan polisi untuk diproses sesuai dengan hukum yang berjalan. Kalaupun kenapa terjadi, kenapa bisa begini itu namanya sudah kehendak Allah,” imbaunya Asri.

Dilansir sebelumnya, kasus yang terjadi sekitar enam bulan lalu itu berhasil diungkap penyidik Polres Buton dan menyeret tersangka seorang mahasiswi inisial IS (21).

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIk, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hasanuddin SH MH mengatakan, ketika diinterogasi tersangka telah mengakui perbuatannya. Dia kini diamankan di sel tahanan Polres Buton untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka sudah diamankan, dan mengakui perbuatannya,” kata Hasanuddin ketika dikonfirmasi, kemarin.

Dia menceritakan, IS mengaku melahirkan anaknya di dalam kamar mandi rumahnya. Supaya tak bersuara, mulut bayinya disumbat. Nanti tujuh hari kemudian baru dibuang.

“Dia melahirkan normal, tapi setelah itu diduga dibunuh. Pengakuan pelaku dia melahirkan sendirian di dalam kamar mandi,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan tersangka kata Hasanuddin, motif dari kasus ini adalah persoalan malu. Tersangka takut aibnya diketahui orang lain, sehingga ia tega menghabisi bayi yang dilahirkannya.

“Setelah kita lakukan penangkapan dan panahanan kepada tersangka pada 21 hingga 22 Juli 2017, yang langsung digelar perkaranya dipimpin Bapak Kapolres Buton, terungkap bahwa pelaku membunuh dan membuang bayinya karena malu jangan sampe ditau orang tuanya, keluarganya maupun teman-temannya,” papar Hasanuddin, Selasa (25/7).

Dijelaskan, tersangka membunuh hasil hubungan gelapnya dengan seseorang inisial IM menggunakan kain di dalam kamar mandi rumahnya. Kejadian itu berlangsung pada 7 Februari 2017, kemudian 9 Februari 2017 baru bayi malang tersebut dibuang di pantai belakang Kantor PDAM Pasarwajo dengan menggunakan ember.

“Jangan sampai bayi itu menangis, sehingga dibungkam atau ditutup mulutnya hingga bayi itu meninggal. Dia tutup pake kain yang ada di dalam kamar mandi di rumahnya itu. Lalu disimpan di ember dan pada tanggal 9 Februari pelaku membuang bayi itu, setelah tiga hari melahirkan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, lajut Hasanuddin, pihaknya sudah memeriksa sembilan orang saksi termasuk kedua orang tua pelaku. Untuk sementara baru IS yang ditetapkan sebagai tersangka.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

Enter ad code here
Enter ad code here
-DPRD-BAUBAU-HUT-RI-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-212078" />

Copyright © 2016 Butonpos

To Top