Maki Prabowo, PDIP Bela Bupati Boyolali – Buton Pos
Politik

Maki Prabowo, PDIP Bela Bupati Boyolali

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Langkah hukum yang diambil Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terkait dengan makian Bupati Boyolali, Seno Samodro dianggap berlebihan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Karena, kata makian Prabowo ‘Asu’ itu menurut PDIP adalah satu ekspresi kemarahan mewakili rakyatnya yang telah dihina oleh Prabowo Subianto saat meresmikan posko pemenang di Kabupaten Boyolali beberapa waktu lalu.

Polisiti PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengaku nyesal dengan pernyataan Prabowo Subianto itu, meski kemudian dibilang sebagai candaan belaka. Pasalnya, candaan yang disampaikan oleh Prabowo itu membuat ketidak nyamanan kepada masyarakat Boyolali. Apalagi candaan tersebut berkaitan dengan fisik yang kemudian diolok-olok.

“Oh saya sangat menyesal. Seharusnya bercandaan itu tidak menimbulkan korban berupa ketidaknyamanan. Apalagi dikaitkan dengan fisik ya, muka, itu tidak sangat intelek menurut saya dan harusnya bercanda itu everybody happy gitu kan, bukan kemudian mengorbankan salah satu pihak untuk di olok-olok,” kata Eva Sundari di Gedung DPR, Selasa (6/11).

Untuk itu, Eva Sundari menyarankan agar ke depan tidak boleh lagi terjadi cara-cara yang bisa mengarah pada pelecehan, karena hal itu bisa menimbulkan sakit hati. Namun, hal-hal seperti yang dialami oleh masyarakat Boyolali ini pernah dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pilpres 2014 lalu, padahal selaku publik figur seperti Prabowo Subianto harus memberikan kegembiraan ke semua pihak.

“Jadi menurut saya jangan sampai ada unsur pelecehan, dan ini sangat tidak bijaksana dan akan menimbulkan rasa sakit hati. Tapi tampaknya ini beberapa kali diulang sama beliau, misalkan orang Makassar pemarah, wartawan apalah itu dan seterusnya, jadi ngga usah bikin korban lah. Jadi harusnya beliau malah memberikan kegembiraan ke semua pihak yang tulus gitu ya. Jangan kemudian malah mengorbankan sepihak saja, itu kan menurut saya sebagai perempuan,” ujarnya.

“Jadi jangan ada pelecehan dalam bercanda, dan saya pikir semakin cerdas orang itu semakin tidak mengorbankan, dan tidak menjadikan fisik itu sebagai objek. Tetapi harusnya cerdas itu dengan gagasan yang segar bagi semuanya,” tambahnya.

Menurut Anggota Komisi XI DPR-RI itu, kemaraham Bupati Boyolali itu hanyalah kemarahannya mewakili rakyatnya yang dihina. “Menurut saya beliau hanya mengekspresikan perasaan dari rakyatnya. Seperti ada wilayah miskin, ini kaya. Kamu miskin, enggak boleh masuk ke Ritz Carlton, tapi ini sebetulmya yang beruntung Ritz Carlton, jadi mesti bijaksana,” ucap Eva.

Sebelumnya, seorang warga Boyolali bernama Dakun (47 tahun) melaporkan calon presiden Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 2 November 2018. Pelaporan itu menyusul pidato Prabowo di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa 30 Oktober 2018. Dakun tersinggung dan terhina lantaran Prabowo berkata soal “tampang Boyolali”. Bupati Boyolali Seno Samudra pun ikut dalam aksi save tampang Boyolali dan mengatakan agar warga Boyolali tak memilih Prabowo.

(RBA/FIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top