Marak Makelar BBM di SPBU Pasarwajo, Supir Angkot dan Ojek di Buton Unjuk Rasa – Buton Pos
Suara Buton

Marak Makelar BBM di SPBU Pasarwajo, Supir Angkot dan Ojek di Buton Unjuk Rasa

BUTONPOSFAJAR.CO.ID, BUTON-Forum Pemuda Pergerakan Kabupaten Buton memprotes terkait maraknya makelar Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pasarwajo.

Atas protes ini forum pemuda yang tergabung dengan sejumlah supir angkot dan tukang ojek tersebut berunjuk rasa di Kantor Bupati Buton, Selasa (19/11/2019) pagi.

Usai itu, dihari yang sama mereka juga mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka kemudian disambut sejumlah anggota Dewan dan melakukan diskusi di ruang komisi III DPRD Kabupaten Buton.

Dalam kesempatan itu, Koorinator Lapangan, Muhamad Sadam menjelaskan sengajah pihaknya yang tergabung bersama sejumlah sopir angkot dan tukang ojek mendatangi DPRD Buton untuk menyuarakan persoalan yang ada.

Mereka merasa resah dengan kelakuan oknum yang malakukan makelar minyak dengan menggunakan jeriken, terlebih berdasarkan aturan hal itu tidak dibenarkan.

“Oleh karena itu kami datang di sini ingin meminta tanggapan DPR seperti apa. Kalau saya gambarkan kita dapat bukti-bukti persoalan yang makelar-makelar minyak ini,” ujarnya.

Kata dia berdasarkan hasil investiga timnya dilapangan, yang kemudian dibedah dengan aturan yang ada, bahan bakar minyak tersebut merupakan subsidi yang diperuntukan untuk rakyat. Namun, kenyataan pihaknya menemukan adanya dugaan oknum yang memainkan peran.

“Tapi kenyataannya kita temukan BBM di sini bahwa di coba-coba di permainkan oleh beberapa oknum. Ini yang menjadi catatan kita semua,” ujarnya.

“Setelah itu bahwa kita suda lakukan aksi di takawa hasil komunikasi kita disitu yang kita harapkan teknis seperti apa. Yang pertama kita mintai dulu tanggapan terkait persoalan ini, DPR menanggapi kejadian ini seperti apa,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan itu, Wakil Ketua I DPRD Buton, La Ode Rafiun menjelaskan menyangkut masalah tersebut, menurutnya gawean SPBU tidak masuk didalam struktur pemerintah daerah.

Namun, dikarenakan sebagai pelaku bisnis yang melayani aspek kepentingan masyarakat hal tersebut tidak benarkan berdasarkan aturan yang ada.

“Terkait dengan makelar minyak, kalau ada oknum yang ditau itu di laporkan Polisi. Karna jelas dia bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Lanjut, Namun jika ditilik dalam bentuk kepentingan. Pelaku makelar minyak itu juga merupakan bagian dari masyarakat.

“Dan setelah itu dikomersilkan dijual lalu dijual lagi. Sehingga merugikan baik roda dua maupun roda empat. Kalau secarah itu DPR sekali lagi menyatakan bahwa masalah seperti itu memang tidak dibenarkan. Tapi mengidentifikasi itu, itu yang menjadi tanggung jawab kita semua. Karna yang melaksanakan juga itu masyarakat,” katanya.

Meskipun demikan, Ia mengaku dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan rapat dengar pendapat bersama pihak terkait dalam persoalan ini.

“Pertama DPR akan melakukan pemangilan terhadap SPBU. Langkah itu yang kita lakukan supaya dari awal juga itu hari kita sudah sampaikan, baik terkait aspek pelayanan mobil angkot, apa semua itu yang diprioritaskan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Rafiun meskipun ada mekelar namun stok minyak di SPBU tidak menimbulkan kelangkaan, hal itu pihaknya masi bisa membijaki.

“Tapi ketika apa yang kau lakukan itu menimbulkan kelangkaan juga itu yang tidak dibenarkan. Apa lagi ada peraturan. Olehnya itu oleh komisi tiga nanti akan bersurat nanti komisi tiga yang akan memanggil SPBU Pasarwajo itu agar pertama dia menghentikan oplar itu. Kemudian dia harus menjalankan sesuai dengan aturan yang ada terkait dengan menyangkut tata kelola perminyakan itu,” ujarnya.

Pantauan, usai melakukan aksi di DPRD Buton, para demonstran terlihat juga malakukan aksi di Mapolres Buton dangan tuntutan yang sama. (Cro2)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top