Masyarakat Lorong Pecek Minta di Bangunkan Masjid – Buton Pos
Metro Baubau

Masyarakat Lorong Pecek Minta di Bangunkan Masjid

masyarakat Lorong Pecek meminta untuk dibuatkan Masjid sendiri dilingkungan Lorong Pecek, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio. FOTO: DARMONO/BUTON POS

BUTONPOS.COM BAUBAU- Setelah melakukan prosesi ritual Tolak Bala, masyarakat Lorong Pecek meminta untuk dibuatkan Masjid sendiri dilingkungan Lorong Pecek, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio,(17/8)kemarin.

“Adanya keinginan masyarakat Lorong Pecek untuk dibuatkan masjid yaitu karena setiap tahunnya masyarakat yang ada didalam komplek lorong Pecek selalu bertambah dan juga semakin banyak pula jumlah lansia yang rutinitasnya melakukan shalat harus berjalan kaki ke masjid Al-Mujahidin yang berjarak 300an meter,”kata Syamsul Alam.

Syamsul Alam mewakili tokoh masyarakat lorong pecek mengungkapkan, Seluruh masyarakat Lorong Pecek sangat mengharapkan ada pembuatan Masjid didalam lingkungan lorong pecek.

” Dengan adanya pembuatan masjid disekitar lingkungan lorong pecek, salah satunya untuk memfasilitasi banyaknya Lansia yang kian tahun kian bertambah dan bertambahnya masyarakat Lorong Lecek,” terang Syamsul Alam.

Ditempat yang sama Setda Baubau Dr Roni Mukhtar mengungkapkan, untuk pembuatan masjid nanti kita bicarakan lebih lanjut dan harus ada juga keinginan besar dari seluruh masyarakat Lorong Pecek.

“Saran saya harus kita bicarakan lebih lanjut ditingkat Keluruhan dan Kecamatan. Pihak Kelurahan dan Kecamatan sebagai yang mediasi dan Pemerintah Kota Baubau akan datang dalam undangan tersebut untuk membicarakan tindak lanjut pembuatan Masjid diwilayah Lorong Pecek,” tandasnya.

Sebelum menutup, Roni Mukhtar menambahkan, mudah-mudahan niat baik pembuatan masjid ini dapat terlaksana dan kampung Lorong Pecek bisa menjadi salah satu contoh sebagai Kampung Reliji yang ada di Kota Baubau.(m4)
[19:36, 17/8/2018] Mono BP: BKIPM Baubau Musnahkan Ikan Hias Predator

BAUBAU- Kantor Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Karanrina Baubau melakukan pemusnahan ikan hias predator yang bertempat di Instalasi Karantina Ikan Baubau(17/8)kemarin.

Pemusnahan ikan berbahaya ini, dilakukan berujuk pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah di ubah menjadi Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2104 tentang  Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Kepala BKIPM Baubau, Arsal, S.St.Pi.,M.P, mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan ke beberapa farm para pegiat dan pecinta ikan hias yang ada di wilayah Kota Baubau, teridentifikasi 2 (dua) jenis ikan berbahaya yakni jenis alligator dan 3 (tiga) jenis ikan sapu-sapu dengan pemilik Bapak La Imi dengan alamat Lrg. Latsitarda Kota Baubau, serta 2 (dua) ekor ikan sapu-sapu pada kolam milik Bapak H Idrus Taufiq Saidi.

“Kedua pemilik ikan tersebut, berinisiatif menyerahkan ikan peliharaannya ke Posko Penyerahan Ikan Predator Berbahaya di Kantor BKIPM Baubau. Ini atas sosialisaisi BKIPM Baubau terkait Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2104 selama 1 (satu) bulan, mulai dari 1 Juli hingga 31 Juli 2018,” beber Arsal (16/8).

Sebagai tindak lanjut penyerahan ikan berbahaya tersebut sambung Arsal, maka dilakukan kegiatan Pemusnahan ikan berbahaya ini disaksikan oleh Petugas dan instansi terkait yakni, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Baubau, BKSDA Baubau, PSDKP KKP.

“Ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dimatikan, kemudian langsung dibakar dan dikubur agar tidak menimbulkan bau busuk,”sambungnya.

Menurut Kepala BKIPM Baubau, Arsal, S.St.Pi.,M.P, tujuan di laksanakannya pemusnahan ikan-ikan berbahaya ini adalah untuk melindungi ikan-ikan lokal, karena ikan-ikan ini sifatnya karnivor dan predator, dan apabila ikan ikan berbahaya ini dilepas disungai yang ada di Kota Baubau, maka akan mengancam ikan-ikan lokal dan akhirnya sumberdaya kita akan punah.

Kepala BKIPM Baubau mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pemilik ikan, yang dengan sukarela telah menyerahkan ikan peliharaanya di posko BKIPM Baubau.

Arsal berharap, pemusnahan ikan ini dapat menjadi edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya para hobbies dan penjual ikan hias yang ada di Kota Baubau. supaya lebih selektif apabila memasukan dan menjual ikan-ikan hias yakni dengan selalu memperhatikan ketentuan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 41 tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat Kota Baubau agar tidak melakukan pemeliharaan ikan berbahaya (predator), apabila kedepannya masih ada warga yang memelihara ikan berbahaya, maka akan dikenakan pidana dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun, tutupnya. (m4)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top