Mengaku Wartawan dan LSM, Tiga Pemuda Peras Pengusaha Kayu – Buton Pos
Suara Sultra

Mengaku Wartawan dan LSM, Tiga Pemuda Peras Pengusaha Kayu

MENGAKU WARTAWAN: Tiga orang pemuda asal kabupaten Konawe, ditangkap satuan Reskrim Polres Kolaka karena diduga memeras pengusaha Kayu di Kolaka pada Rabu (6/9) lalu. Ketiga pelaku mengaku sebagai wartawan dan aktivis LSM

BUTONPOS.COM, KOLAKA-Satuan Reskrim Polres Kolaka menangkap tiga pemuda yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha kayu bernama Basri, warga desa Palowae, kecamatan Tanggetada, kabupaten Kolaka.

Seluruh pelaku diamankan oleh satuan Reskrim bekerja sama dengan tim khusus Polres Kolaka di Jalan Pramuka, depan Warkop Dottoro, pada Rabu (6/9) sekitar pukul 16.35 WITA.

Kasat Reskrim Polres Kolaka IPTU Giadi Nugraha menjelaskan, satu dari tiga tersangka pelaku pemerasan mengaku berprofesi sebagai wartawan di salah satu media asal provinsi Sulsel.

Sementara dua orang lainnya mengaku dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LAPAS) Sultra, dan Badan Pengawas Kehutanan.

Dari identitas maupun keterangan ketiga tersangka diketahui bahwa mereka adalah warga kabupaten Konawe. Mereka adalah Fianus Arung (mengaku wartawan), Ismail (LSM LAPAS) dan Jefri Alexander yang mengaku sebagai staf khusus pada Badan Pengawasan Kehutanan.

“Mereka bertiga diduga melakukan tindak pidana pemerasan berdasarkan laporan polisi nomor 230/IX/2017/Sultra/Res.Kolaka tanggal 6 September 2017,” kata Giadi melalui pesan WhatsApp yang disampaikan kepada beberapa media di Kolaka, Kamis (7/9) kemarin.

Lebih jauh dijelaskan Giadi, penangkapan terhadap ketiga tersangka bermula saat Basri didatangi oleh tiga pelaku dan meminta uang Rp 30 juta sebagai “imbal” jasa tutup mulut karena dokumen pengolahan kayu milik korban (katanya) palsu.

Merasa ada kejanggalan melihat ulah ketiga tersangka, Basri langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Kolaka. Atas pengaduan tersebut polisi pun langsung bergerak cepat menangkap ketiga pelaku.

Selama proses penangkapan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 3 juta yang diterima dari korban, 1 buah buku LSM terdaftar, ID Card Pers NKRI Pos, sebilah badik, satu buah kapak, 4 buah handphone dan 1 unit mobil Avanza yang diduga digunakan oleh ketiga pelaku dalam menjalankan aksinya.

“Sekarang ketiganya sudah diamankan di Mako Polres Kolaka untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan untuk pengembangan kasus,” ujar Giadi.

Terkait identitas kewartawanan salah seorang tersangka, Ketua PWI Kolaka, Armin Arsyad yang dihubungi siang kemarin, menegaskan bahwa pemerasan yang diduga dilakukan ketiga tersangka merupakan tindak pidana, sehingga pantas ditindak tegas.

“Kita tidak tahu apakah dia benar wartawan atau tidak, yang pasti perbuatannya masuk ranah pidana, silahkan polisi memproses. Lagi pula kita tidak pernah tahu apakah media NKRI Pos itu memang ada atau tidak. Sekarang ini semua orang gampang mengaku wartawan untuk tujuan jahat seperti memeras,” ujar Armin.(p12)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!