MTQ Busel Digelar 20 Februari – Buton Pos
Suara Buton Selatan

MTQ Busel Digelar 20 Februari

la siambo

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Busel akan digelar 20 Februari mendatang. Komptensi ini digelar sebelum iven MTQ tingkat Provinsi Sultra yang akan digelar 18 Maret mendatang di Buton Utara (Butur).

Ketua Kafilah MTQ Busel, La Siambo menyatakan, persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Busel sudah matang, tinggal rapat pemantapan panitia yang akan digelar 12 Februari ini. MTQ Busel akan digelar selama lima hingga enam hari, yang pembukaannya dipusatkan di lapangan Lakarada Batauga.

Segela persiapan tahapan lomba sudah matang. Para kafilah dari tujuh kecamatan di Busel akan berkompetisi untuk merebut tiket mewakili Busel pada ajang MTQ Sultra yang akan digelar di Butur sebagai tuan rumah.

“Hasil lomba MTQ tingkat Kabupaten Busel itu nantinya yang akan dibawa ke Butur untuk bertanding pada kompetensi tingkat MTQ provinsi di Buton Utara,” ujarnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.

Sekab Busel ini menjelaskan, MTQ ini salah satu tujuannya mengandung siar Agama Islam kepada seluruh umat manusia. Karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mensukseskannya.

Pada iven akbar ini, ada delapan cabang lomba yang akan dipertandingkan yaitu, tilawah, hafidz quran, fahmal quran, syarh quran, musabaqah makalah quran, qasidah rabanah klasik dan bintang vokalis. Juga akan diperlombakan cerdas cermat.

Terkait angaran, Pemkab Busel mengalokasikan sebesar Rp 400 juta untuk tingkat kabupaten. Begitupun tingkat provinsi sebesar Rp 400 juga. Ini untuk membiayai konsumsi, transportasi dan pemondokan peserta selama kegiatan.

Khusus untuk iven MTQ Sultra nanti, Pemkab Busel menargetkan mampu meraih juara. Jika tahun lalu hanya berhasil meraih tiga medali, tahun ini akan ditingkatkan, atau minimal bisa dipertahankan.

Kata Siambo, untuk pesertanya tak mesti harus anak daerah. Ini diperkuat dengan keputusan Gubernur Sultra, disebutkan bahwa peserta kafilah daerah bisa diambil dari daerah lain di Sultra. “Tapi syaratnya tinggal dilihat umurnya. Bisa saja warga Butur dipakai di Busel, tapi dilihat dan diseleksi tim,” imbuh.

Namun demikian, menurut dia, idealnya diberdayakan putra daerah. Soal juara atau tidak, itu urusan belakangan. Memberdayakan putra daerah sehingga memiliki mental yang selalu siap untuk berkompetisi pada iven-iven selanjutnya.

“Tapi kembali lagi pembolehan seperti pada surat keputusan gubernur tadi, nanti kita lihat kedepannya. Tapi kita harus andalkan anak-anak daerah sesuai kemampuan kita,” kunci Siambo. (aga)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top