Nasabah Bumiputera Meradang – Buton Pos
Metro Baubau

Nasabah Bumiputera Meradang

ILUSTRASI

Klaim Asuransi tak Dicairkan

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Cabang Kota Baubau membuat sejumlah nasabahnya meradang. Pasalnya, perusahaan asuransi pertama di Indonesia itu terindikasi menahan pencairan dana klaim asuransi nasabahnya.

Salah satunya QD. Nasabah yang menggunakan jasa asuransi Bumiputera dengan nama tabungan bahagia telah mengajukan klaim asuransi sejak Bulan Februari 2018 lalu, namun sampai saat ini juga belum dicairkan.

“Biasanya kalau sebelum-sebelumnya, satu bulan jatuh tempo langsung terima, tapi kali ini tidak, bahkan sudah berbulan bulan belum ada yang kami terima hanya dijanji-janji saja,” katanya.

Ia mengaku sudah pernah ke Bumiputera, namun pernah ketemu sama pimpinan Bumiputra. “Saya sudah pertanyakan ke pegawainya terkait lambatnya pencairan, namun katanya mereka dana bahagia lagi bermasaalah,” jelasnya.

Keluhan yang sama juga diutarakan nasabah lainya ZY. Ia mengaku sejak 2017 lalu telah mengajukan pemutusan kontrak, namun pencairan klaimnya sampai saat ini juga belum diproses.

“Saya sudah satu tahun dua bulan ajukan pemutusan kontrak namun sampai saat ini juga belum ada kejelasan. Sudah sering saya ke sana tapi sama saja tidak ada kejelasan dari pihak Bumiputera sendiri,” keluhnya terhadap wartawan.

Sementara AR, nasabah Bumiputera lainnya mengaku saat mengajukan pencairan klaim, pihaknya dimintai potongan fee pencairan oleh salah seorang pegawai Bumiputera sekitar 25 persen.

“Bisa cair yang penting potong 25 persen,” ujar AR mengutip ucapan salah satu pegawan perusahaan asuransi Bumiputera.

Ia menuturkan, pihaknya telah melaporkan klaim asuransi miliknya yang habis masa kontraknya Bulan Maret lalu.

“Sebelum Bulan Maret saya sudah mengurus memang, mereka menjanjikan paling lama April namun sampai sekarang belum cair juga. Saya sudah sering ke sana pertanyakan hanya dijanji saja dan timbulah bahasa kalau mau cepat dicairkan katanya bisa yang penting dipotong 25 persen untuk kerjasama dengan Bumiputera tetap berlanjut agar tidak putus,” terangnya.

Untuk diketahui, klaim asuransi yang diajukan ketiga nasabah tersebut berkisar Rp 15 juta hingga Rp 45 juta. Sampai dengan saat ini, ketiganya masih menunggu kepastian dari pihak Bumiputera sendiri.

Di tempat terpisah, Branch Manager Bumi Putra Baubau, Asrif Razaq SE, mengakui terlambatnya pencairan klaim nasabah akibat terkendala keuangan. Menurutnya pembayaran klaim memang mundur lantaran perusahaan berkomitmen kepada investor untuk tidak menjual produk.

“Akibatnya, tidak ada pendapatan premi. Jadi kami (Bumiputera) harus mencairkan aset-aset lebih dulu,” ujarnya.

Terkait pemotongan 25 persen pada saat pencairan klaim asuransi, lanjut Asrif Razaq, hal itu terdapat kesepakatan. Ketika ada nasabah yang kontraknya selesai, diberikan penawaran agar nasabah menyisihkan tabungan sekitar 25 persen.

Hal itu, kata dia, dilakukan agar Bumiputera tidak putus hubungan dengan nasabah. “Namun itu atas dasar kesepakatan bersama antara nasabah dan Bumiputera. Tidak ada unsur paksaan,” ungkapnya kembali.

Asrif Razaq menuturkan, jumlah nasabah yang belum dicairkan klaimnya mencapai 260 orang yang tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selasa, dan Wakatobi.

“Untuk nominal sekitar Rp 5,6 miliar. Namun kita sudah dapat informasi dari direksi pusat bahwa pada bulan Agustus atau paling lambat September 2018, klaim yang habis kontraknya akan segera diselesaikan,” akunya. (m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top