Nelayan Asal Butur Ditemukan Mengapung – Butonpos
Hukum

Nelayan Asal Butur Ditemukan Mengapung

Kapolsek Kulisusu, AKP Susanto bersama anggotanya saat mendatangi rumah korban dan memintai keterangan

BUTONPOS.COM, BURANGA-Rudia (54), nelayan asal Desa Bone Lipu Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di perairan Pantai Samalu Tanjung Goram, Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Senin (09/10).

Korban paru bayah tersebut pertama kali ditemukan oleh Hasimin (63), Haras (31), La Sobe warga Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu yang sedang melakukan penangkapan Gurita di perairan tersebut.

Ketiganya penemu mayat sempat dibuat panik, karena saat melakukan penangkapan gurita di perairan tersebut, keduanya dikejutkan oleh sesosok mayat mengapung dengan posisi telungkup di perairan tersebut. Tahu ada mayat, keduanya langsung melaporkan temuannya kepada warga dan aparat kepolisian.

Kabar ditemukanya mayat tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kulisusu AKP Susanto, SE, menurutnya korban pertama kali ditemukan oleh Hasimin, Haras dan La Sobe warga Desa Lantagi Kecamatan Kulisusu, Senin (09/10) sekitar pukul 08.00 Wita pagi, saat hendak memancing.

Saat mendekati sesosok mayat tersebut, lanjut mantan Kanit Reskrim Polres Muna itu, ketiganya langsung mengenali wajah korban dan segera menghubungi keluarga korban.

“Bersama masyarakat dan keluarga mereka langsung membawa mayat tersebut ke darat,” kata Susanto mengutip keterangan saksi.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, lelaki paruh baya yang tinggal seorang diri tersebut, keluar rumah pada hari Minggu malam 08 Oktober 2017 sekitar Pukul 19.00 Wita, hendak pergi memancing di perairan Samalu Tanjung Goram Desa Lantagi. Namun sampai dengan esok harinya Senin 09 Oktober 2017 Pukul 05.00 Wita Subuh, korban belum juga kembali.

“Keluarga korban pun was-was dan langsung melakukan pencarian,” ungkap Susanto.

Pihak kepolisian Polsek Kulisusu, sendiri belum sepenuhnya yakin bahwa korban tewas tenggelam dan ingin mendalami kasus tenggelamnya sesosok mayat tersebut dengan melakukan VER dan autopsi. Akan tetapi, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi.

“Keluarga korban menolak untuk di VER dan autopsi,” ungkapnya. (m7)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top