Nelayan Busel Ditahan di Australia – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Nelayan Busel Ditahan di Australia

kapal yang diduga milik nelayan busel yang ditangkap otoritas Australia

BUTONPOS.COM, BATAUGA-Lima orang nelayan asal Wapulaka, Desa Bahari I, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan l, Sultra diamankan otoritas pemerintah Australia 8 Oktober 2017. Mereka ditahan karena diduga masuk dan menangkap ikan hiu di perairan Australia.

Adalah nahkoda La Ode Karman, sementara ABK Rendi, La Sarwan, La Supri dan La Tanari.

Informasi ini dibenarkan Kades Bahari I La Jedi. Kata dia pihak keluarga hilang kontak sudah lima hari. Pihak keluarga mendapatkan informasi penahanan nelayan tersebut dari Pemkab Busel melalui Camat Sampolawa.

Dari informasi tersebut ia juga memastikan lima orang nelayan ini sudah diamankan pemerintah otoritas Australia.

“Iya betul nelayan warga Desa Bahari I, mereka sudah hilang kontak lima hari lalu, informasi terakhir dari pak Camat dari DKP Busel melalui KBRI Darwin Australia benar ada warga Buton Selatan ditahan otoritas Australia,” katanya.

Ia juga belum memastikan penyebab namun dugaan akibat masuk di perairan otoritas pemerintah Australia. Ia menduga ada dua kemungkinan sengaja masuk atau tidak dibawah arus sehingga bisa masuk di perairan otoritas Australia. “Pengalaman saya waktu masih melaut, kalau kuat arus 8 mil per 12 jam kemudian jarak titik koordinat perbatasan hanya 6 mil pasti kita sampai di Australia,” kata pria yang baru dua tahun menjabat Kades Bahari I ini.

Camat Sampolawa La Ode Asri membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan DKP berharap para nelayan ini secepatnya dipulangkan ke Indonesia. “Informasi dari pihak keluarga para nelayan ini hilang kontak sejak lima hari lalu. Dan kemarin dulu sudah dipastikan sudah ditangkap dan diamankan otoritas Australia,” katanya pagi tadi.

Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat juga membenarkan lima warganya sementara diamankan di otoritas pemerintah Australia.

Pemkab Busel sudah berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI Darwin Australia. “Iya betul warga Busel diamanahkan akibat masuk di perairan otoritas Australia. Kita sudah serahkan ke KBRI Darwin Australia untuk mengawal dan melakukan diplomasi antara dua negara,” katanya kepada Buton pos, Kamis pagi.

Sementara itu dari data surat kilat Konsultan RI Darwin Australia melaporkan pemerintah Austrlia melalui Australian Fisheries Management Authority (AFMA) telah menyampaikan pemberitahuan resmi NO. AP17/18-001 tertanggal 8 Oktober 2017 mengenai penangkapan satu kapal ikan berbendera Indonesia.

Dalam nofirikasi tersebut, kapal merupakan kapal tipe 3 yang ditangkap pukul 12.30 diwilayah perairan Australia koordinat 10 derajat 25 S dan 128 derajat 19 E atau kurang lebih 180 NM diwilayah barat laut Kota Darwin. Kapal nelayan membawa lima nelayan dewasa.

Kini kapal penangkap ikan berserta awak dibawa ke Darwin. Para nelayan sementara dipenampungan Mercure Darwin Airport Resort. Sehubungan dengan itu Konsultan RI Darwin telah meminta bantuan Australian Border Force agar dapat menemui para nelayan setelah selesai diselesaikannya proses induksi pemeriksaan kesehatan, pengambilan sidik jari, dan foto serta wawancara. Proses ini diperkirakan tiga sampai empat hari.(aga)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!