Optimalkan Pelayanan Publik, RossY Siap Berkantor di Kelurahan – Buton Pos
Metro Baubau

Optimalkan Pelayanan Publik, RossY Siap Berkantor di Kelurahan

Roslina Rahim dan La Ode Yasin
Roslina Rahim dan La Ode Yasin

BUTONPOS.COM BAUBAU – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Roslina Rahim dan La Ode Yasin Mazadu, menggagas juga program RossY Menyapa. Program ini sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas hingga ke level yang paling terendah (kelurahan).

RossY Menyapa merupakan program yang dikemas RossY dalam bentuk safari di bidang pemerintahan. Dalam rangka memastikan berjalannya pelayanan publik yang baik sampai ke level paling bawah. Dalam program Rossy menyapa, wali kota dan wakil wali kota dalam kurun waktu satu hari dalam tiga bulan akan berkantor di kelurahan.

“Pemimpin yang baik adalah dia yang senantiasa berada dekat dengan rakyatnya. Prinsip kepemimpinan ini kita coba pegang dengan cara mengaplikasikannya dalam bentuk program RossY Menyapa” terang Calon Wali Kota Baubau, Roslina Rahim pada media ini.

Roslina menjelaskan, pemerintah harus memiliki sikap responsif dan update dengan sering turun ke lapangan guna melihat secara langsung kondisi yang sedang terjadi di masyarakat. Problematika pasar, kondisi kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, atau apa yang dialami dan sedang menjadi kendala bidang pertanian di wilayah belakang (hinterland), nelayan di pesisir, mendeteksi benang kusut penyebab pertikaian antar kelompok masyarakat yang marak terjadi akhir-akhir ini di Kota Baubau, dan lain sebagainya, harus selalu menjadi perhatian utama.

Dibidang pemerintahan, sambung mantan ketua DPRD Kota Baubau ini, RossY merancang sebuah strategi dalam memacu kinerja, memberi, dan merangsang semangat aparat di level kelurahan dengan penjadwalan safari satu hari dalam tiga bulan wali kota dan wakil wali kota akan berkantor di kelurahan.

“Terobosan yang terbilang baru ini, disamping untuk optimalisasi pelayanan publik yang cepat, murah, dan berkualitas bagi aparat pemerintahan kelurahan, juga bertujuan untuk memastikan terwujudnya sebuah kondisi masyarakat di kelurahan yang nyaman, sejahtera serta berbudaya yang bertumpu pada kearifan lokal yang berdaya saing sesuai dengan visi besar RossY,” terangnya.

Roslina mengungkapkan, sesuai visi misi utama RossY maju dalam kontestasi Pilkada guna mewujudkan Kota Baubau yang nyaman, kota sejahtera dan kota budaya yang bertumpu pada kearifan lokal yang berdaya saing. Baubau sebagai kota nyaman, menjadi upaya dan komitmen RossY untuk mewujudkan rasa aman, baik dalam aktivitas sosial maupun aktiviats ekonomi, serta mewujudkan lingkungan yang berkualitas secara berkesinambungan.

Baubau sebagai kota sejahtera, RossY berkomitmen mewujudkan kondisi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan dasarnya, baik lahir maupun batin serta mewujudkan kehidupan ekonomi yang tumbuh secara berkeadilan dan inklusif.

Sementara Baubau sebagai kota budaya, memiliki makna bahwa segala bentuk aktivitas pemerintah sosial kemasyarakatan dan pembangunan berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya lokal.

“Dari visi tersebut, kemudian diturunkan ke dalam tujuh poin misi yang disederhanakan menjadi 44 program unggulan dan 15 program prioritas. Dalam lima belas program tersebut tercantum di dalamnya program RossY Menyapa,” ujarnya.

Untuk memastikan pelayan publik yang berkualitas, jelas Roslina Rahim kembali, sara pataanguna sebagai sebuah falsafah luhur budaya tua Buton, semestinya terejawantah dalam berperilaku, terutama pada pemimpin di dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Kearifan lokal yang diwariskan dari zaman kerajaan dan kesultanan Buton dahulu, bahwa kekuasaaan dimaknai sebagai memikul beban amanah, Sodha. Sodha menggambarkan bahwa pemimpin harus menjadi pelayan yang melayani, bukan sebaliknya menjadi orang yang dilayani.

“Di atas falsafah luhur itulah kemudian RossY ingin mewujudkan beban amanah Sodha menjadi dasar pelayanan publik yang berkualitas. Bahwa aparatur, birokrasi harus menjiwai dan memahami serta mempraktikkan budaya Sodha tersebut. Untuk itu sudah semestinya setiap aparat harus ditempatkan pada bidang tugas yang sesuai dengan kompetensinya. Sementara pelayanan yang berkualitas diartikan sebagai pelayanan yang tepat waktu, tepat biaya, dan tepat sasaran,” imbuhnya. (m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top