Pabrik Pengolahan Rumput Laut Siap Uji Coba – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Pabrik Pengolahan Rumput Laut Siap Uji Coba

Bupati Buteng H Samahuddin saat meninjau kesiapan uji coba pabrik rumput laut di Desa Wakeakea

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Pabrik industri rumput laut Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang terletak di Desa Wakeakea, Kecamatan Gu, dalam waktu dekat ini siap melakukan uji coba. Saat ini, pabrik yang mulai dibangun 2016 itu tengah menyelesaikan pemasangan mesin.

Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin didampingi Kadis Perikanan Muh Rijal dan beberapa Kepala SKPD, serta Kepala Desa Wakeakea Fardin sudah meninjau kesiapan pabrik yang bisa memproduksi rumput laut hingga 10 ton per hari itu, belum lama ini.

Dalam peninjauannya tersebut, Samahuddin menanyakan secara rinci seluruh proses pengolahan rumput laut kepada teknisinya dari PT Padjajaran-Bandung, baik pengolahan dalam keadaan basah maupun kering menjadi bahan setengah jadi.

“Saat ini sudah tahap pemasangan mesin. Kita berharap dalam waktu dekat ini sudah bisa diuji coba dengan menggunakan mesin generator listrik sendiri,” kata teknisi tersebut memberi laporan kepada bupati sambil melihat mesin generator besar.

“Kalau sudah uji coba undang saya, supaya saya bisa lihat langsung hasilnya bagaimana proses pengolahan rumput laut dalam keadaan basah dan keringnya,” pinta Samahuddin.

Menurut bupati, jika sekali produksi saja harus membutuhkan rumput laut sekitar 10 ton, maka kebutuhan rumput lautnya sendiri tidak akan cukup untuk Kabupaten Buteng sendiri. “Rumput lautnya harus didatangkan juga dari daerah-daerah tetangga baru bisa produksi,” katanya.

Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini berharap, dengan adanya pabrik industri pengolahan rumput laut tersebut harga rumput laut bisa stabil sehingga bisa mensejahterahkan masyarakat Buteng dan daerah-daerah sekitarnya yang membudidayakan rumput laut.

Di tempat yang sama, Kadis Perikanan Kabupaten Buteng Muh Rijal mengatakan pabrik pengolahan rumput laut tersebut mulai dibangun 2016 melalui dana APBN sebesar Rp 12 miliar. “Ada dua perusahaan yang mengerjakannya, yakni PT Keramat Hidro Mandiri dan PT Padjajaran-Bandung,” bebernya.

“Perusahaan pertama kita putus kontrak, sebab tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya dan hanya dicairkan Rp 3,4 miliar. Agak lama juga baru kita bisa dapatkan perusahaan yang mau melanjutkan. Alhamdulillah, dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan uji coba,” tuturnya.

Rencananya, uji coba pengolahan rumput laut menjadi bahan setengah jadi itu akan memproduksi satu ton rumput laut basah dan satu ton berbahan kering.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top