PDAM Baubau Sehat Versi BPKP, ‘Loyo’ Saat Kemarau – Buton Pos
Metro Baubau

PDAM Baubau Sehat Versi BPKP, ‘Loyo’ Saat Kemarau

BUTONPOS.COM, BAUBAU-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Baubau akhirnya memperoleh predikat sehat atas kinerja tahun 2018. Penilaian itu diberikan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korwas BPKP Sultra, Kartini Leli Hawia menyerahkan langsung penghargaan untuk PDAM Baubau itu kepada Wakil Wali Kota, Laode Ahmad Monianse pada akhir upacara Hari Jadi Baubau ke-478 dan HUT Kota Baubau ke-18 sebagai daerah otonom, di lapangan upacara kantor Wali Kota, Palagimata, Kamis (17/10).

“Ini hasil evaluasi kita terhadap kinerja untuk tahun buku 2018. Dimana, PDAM Baubau meraih nilai terbaik untuk semua objek penilaian,” kata Kartini dikonfirmasi usai penyerahan penghargaan.

Ia menguraikan, ada empat aspek yang menjadi obyek penilaian kinerja PDAM yaitu pengelolaan keuangan, pelayanan, operasional, dan Sumber Daya Manusia (SDM). PDAM Baubau bahkan surplus 0,04 poin dari standar nilai kategori sehat.

“Sehat itu minimal nilainya 2,8. Dari empat aspek penilaian, PDAM Baubau mampu mencapai nilai 2,84. Aspek paling unnggul itu pada operasional, karena tingkat kebocoran pipa air berkurang,” tukas dia.

Dia menambahkan, ada 11 PDAM di Sultra yang dievaluasi pada 2018. Namun, yang mendapat predikat kinerja sehat hanya PDAM Baubau dan PDAM Kabupaten Buton Selatan (Busel).

“Sedangkan, sembilan PDAM lainnya itu empat kurang sehat dan lima sakit. Salah satu yang kurang sehat itu PDAM Kolaka Utara dan yang sakit itu PDAM Kendari,” pungkas Kartini.

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Baubau, La Ode Ali Hasan menuturkan, penilaian kinerja sehat ini merupakan penghargaan pertama kali diterima PDAM Baubau. Setelah selama beberapa tahun terseok-seok dengan predikat sakit dan kurang sehat.

“Prestasi ini sebenarnya atas perjuangan teman-teman karyawan PDAM Baubau. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk tetap kita pertahankan dan selalu bisa lebih bekerja maksimal untuk masyarakat,” tutur Ali Hasan.

Sebab, menurut Kabag Ekonimi Setda Baubau ini, ada saja kendala yang kerap menjadi hambatan dalam pendistribusi air ke masyarakat. Diantaranya kerusakan mesin di zona I dan menurunnya debit air di zona II.

“Menurunnya debit ini otomatis berpengaruh kepada pelayanan kita untuk mendistribusikan air ke wilayah tinggi zona II. Makanya, kita masih mencari solusi sumber air baru dan menambah jaringan untuk bisa membagi air secara keseluruhan,” tandasnya.(exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top