PDAM Buton Sehat, PDAM Buton Sejahtera – Buton Pos
Metro Baubau

PDAM Buton Sehat, PDAM Buton Sejahtera

BERSAMA: Dari kiri ke kanan, Dr Drs Anis Busroni SH MHum, Sekretaris PDAM Kota Surabaya, Dirut PDAM Buton, La Ode Sabaruddin, Dirum PDAM Buton, Adam Fitri ST, dan Manajer Senior Produksi dan Distribusi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Ir Yuloar Katamsi. FOTO: DJUMALUDDIN/BUTON POS

Dari Diklat Dua Hari Bersama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

UPAYA yang dilakukan PDAM Buton patut acungkan jempol. Pasalnya, untuk menuju perusahaan yang sehat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buton tidak malu untuk meminta pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan. Salah satunya pendidikan dan pelatihan (Diklat) Peningkatan Kinerja Karyawan. Lalu bagaimana hasilnya?

Laporan: Darmono– Buton Pos

SELAMA dua hari, 6 dan 7 Agustus, bertempat di salah satu hotel di Kota Baubau, sebanyak 136 orang karyawan PDAM Buton dirubah cara presepsi berpikirnya. Dari cara berpikir sebagai birokrat jadi seorang enterpreneur atau pengusaha. Karena mengelolah PDAM diharuskan selalu berhubungan dengan masyarakat. Sehingga pelayanan prima pemenuhan kebutuhan air bersih wajib dilakukan dengan maksimal.

Olehnya, mindset berpikir dari jajaran direksi hingga seluruh karyawan harus berubah secara total. Yang awalnya harus selalu dilayani itu harus dihilangkan. Pergi pagi hanya mengisi absen, lalu pulang ke rumah. Selanjutnya pas mau pulang, ke kantor lagi tuk isi absen ini pun harus dirubah. Karena perbuatan seperti itu adalah gaya birokrasi tidak diperlukan dalam perusahaan seperti PDAM, yang mengutamakan kenyaman pelanggan berujung pada peningkatan profit perusahaan.

Adalah Sekretaris PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Dr Drs Anis Busroni SH MH yang mengatakan ini saat jadi pemateri di Diklat Peningkatan Kinerja Karyawan PDAM Buton. Dia bersama Manajer Senior Produksi dan Distribusi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Ir Yuloar Katamsi coba memberikan penguatan agar PDAM Buton jadi perusahan sehat dan maju.

“Sebagai seorang pengusaha harus berpikir bagaimana mengembangkan PDAM ini. Harus punya inovasi. PDAM sebagai perusahaan harus mandiri sehingga dapat mencukupi semua kebutuhannya,” kata Anis Busroni di hadapan peserta Diklat.

Menurut Anis, selain mindset berpikir, pekerjaan apapun harus dilakukan secara bersama. Karena seberat apapun amanah yang dipikul, kalau secara bersama pasti kerjanya ringan dan direalisasikan dengan cepat. Terpenting dalam pekerjaan tidak boleh menunda-nunda dan tidak merasa minder dengan tugas tanggung jawab yang diberikan.

“Sekecil apapun pekerjaan yang diberikan jika dijalankan dengan ikhlas dan amanah, pasti perusahaan itu akan maju, tidak sakit lagi. Apalagi jika dibarengi dengan keyakinan semua itu adalah ibadah, insya Allah semua tugas diberikan pasti terlaksana,” tukas Anis Busroni.

Menurut Anis Busroni didampingi Yuloar Katamsi sesudah pelaksanaan Diklat, pihaknya akan terus mendampingi PDAM Buton hingga semua kendala baik administrasi, pelayanan, intalasi, dan didistribusi terselesaikan dengan sempurna. Karena sebagai amanah dari DPP Perkumpulan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) pihaknya harus membantu PDAM yang sedang berkembang menjadi lebih maju.

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sendiri yang didirikan sejak tahun 1889 pada zaman Belanda, dan mulai berkembang tahun 1912. Kini pihaknya telah melayani sebanyak 560 ribu pelanggan se-Kota Surabaya.

Memiliki beberapa intalansi dengan kapasitas 11 ribu liter perdetik. Selain itu merekapun melayani dalam hal kerjasama pelanggan untuk tiga kota, yakni Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

“Dengan kemajuan yang ada, kami terus berinovasi, terus berusaha, dan tidak berpuas diri. Kami juga melakukan pembinaan pada PDAM yang sakit sehingga kita punya manfaat pada PDAM yang lain. Kami tidak ingin besar dan sehat sendiri. Paling tidak dapat menularkan ilmu pada yang lain untuk bisa berkembang. Paling tidak sharing pengalaman. Biar lebih bermanfaat. Buat apa kami besar, sementara teman sejawat kami masi dalam kondis belum sehat. Dinamakan satria jika bisa memanfatakan ilmunya pada masyarakat,” pungkasnya.

Amatan koran ini, Diklat itu berjalan dengan lancar. Para peserta Diklat begitu antusias mengikutinya. Malah dari diskusi yang berkembang keinginan peserta untuk merealisasikan materi-materi Diklat begitu sangat tinggi. Apalagi semua materi yang disampaikan bukan hanya teori namun sudah dipraktekan di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Sementara itu Direktur Utama, La Ode Sabaruddin pada koran ini mengatakan Diklat sangat berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan. Sehingga tata kelolah perusahaan yang baik bisa diterapkan dalam lingkungan kerja dan karyawan bisa fokus pada tugas pokok (Tukpoksi).

“Secara khusus PDAM Buton mengucapkan terima kasih pada Kepala PDAM Surabaya, dimana telah mengutus Pak Anis Busroni dan Pak Yuliar Katamsi untuk membagi pengetahuan, membagi pembelajaran pada PDAM Buton. Saatnya PDAM Buton jadi perusahaan sehat seperti slogan kami sehat, sehat, sehat, dan sejahtera,” tutupnya. (****)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top