Pejabat Dinkes Muna Saling Lempar Tanggung Jawab – Buton Pos
Suara Muna

Pejabat Dinkes Muna Saling Lempar Tanggung Jawab

amiruddin

BUTONPOS.COM, MUNA – Pembagian sepeda motor operasional di Dinas Kesehatan (Dinkes) Muna yang diduga tidak tepat sasaran belum menemui titik terang. Antara, Kadis Kesehatan, La Ode Rimba Sua dan Sekretaris, Hasdiman Maani serta PPTK, Sukarna masih saling lempar tanggung jawab.

Kendaraan operasional itu seharusnya diperuntukan bagi bidan desa. Namun, faktanya di lapangan justru dibagikan dan digunakan oleh staf Dinkes. Sepeda motor jenis matic itu jumlahnya mencapai 30 unit.

Buntut dari itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba melalui Kabag Humas, Amiruddin Ako akhirnya buka bicara. Kata dia, bupati telah menyampaikan agar motor jenis matic yang telah dibagikan tetapi tidak sesuai peruntukanya agar dikembalikan.

“Misalnya, kalau untuk bidan desa, kembalikan. Itu tidak bisa dialihkan ketempat lain,” katanya.

Ia juga telah mendengar informasi nama dan kebijakan bupati selalu dicatut oleh oknum-oknum pejabat atau masyarakat. Katanya, untuk pembagian sepeda motor di Dinkes, bupati tidak pernah memerintahkan agar diberikan pada si A, B atau si C.

“Pak bupati tidak pernah keluarkan kebijakan seperti itu. Saya tegaskan, kalau ada yang catut nama bupati, jangan dipercaya. Silahkan tanya langsung ke Humas atau ke pak bupati langsung,” tegasnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Muna, La Irwan menyoroti pembagian kendaraan operasilan itu karena dinilai tidak tepat sasaran dan tidak sesuai peruntukannya. Pasalnya, kendaraan yang seharusnya untuk bidan desa, malah diserahkan ke para staf Dinkes.

Irwanmenerangkan, apa yang dilakukan Dinkes itu telah menyalahi aturan. Di dalam dokumen APBD 2017, jelas disebutkan bahwa pengadaan sepeda motor yang sumber anggarannya dari DAK dikhususkan untuk oprasional Jaminan Persalinan (Jampersal).

“Jadi peruntukanya jelas, untuk bidan, bukan untuk staf Dinkes,” tegas Irwan.

Politisi Hanura itu mengaku, telah melakukan langkah-langkah yakni, bersurat ke Dinkes untuk menarik motor-motor itu untuk selanjutnya diserahkan ke bidan desa. Toh, bila itu tidak juga dilakukan, pihaknya akan bersurat ke bagian aset dan Sat Pol PP untuk melakukan penarikan paksa. “Ini sangat janggal, peruntukannya tidak sesuai nomenklatur,” ungkapnya.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Muna, La Ode Rimba Sua yang coba dikonfirmasi mencoba menghindar dari awak media. Tak satupun kalimat terkait penyalahgunaan sepeda motor itu yang dia ungkapkan.

“Silahkan tanya sekretaris, dia yang bagikan motor itu,” singkatnya sambil berlalu. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!