Pembangunan Selokan dan Lapak di Pasar Laino Ilegal? – Buton Pos
Suara Muna

Pembangunan Selokan dan Lapak di Pasar Laino Ilegal?

MENGADU: Perwakilan pedagang Pasar Laino mengadu ke anggota DPRD Muna dan menyampaikan penolakan mereka atas pembangunan selokan dan lapak, Selasa (7/11)

BUTONPOS.COM, MUNA – Pembangunan selokan dan lapak di Pasar Sentral Laino terus menuai sorotan. Pasalnya, selain pembangunan tersebut tidak memiliki anggaran, juga meresahkan para pedagang. Para pedagang menilai pembangunan itu ilegal.

Makanya, Selasa (7/11), puluhan pedagang mendatangi kantor DPRD Muna. Tuntuntan mereka adalah menolak pembangunan selokan dan lapak-lapak yang telah dibangun di sekitar lokasi bangunan pasar.

Razak, perwakilan pedagang pasar menerangkan, pembangunan selokan dan lapak sangat merugikan pedagang lainya. Hal tersebut dikarenakan, lapak yang dibangun secara ilegal itu hanya diperuntukan bagi pedagang yang terkena lokasi pembangunan selokan.

“Kami menolak pembangunan lapak-lapak itu, terkecuali seluruh pedagang diperbolehkan menempati bersama-sama. Kalau tidak, kita akan bongkar,” ancam Razak.

Para pedagang itu juga mendesak Bupati Muna, LM Rusman Emba untuk mempercepat proses pembangunan Pasar Sentral Laino agar mereka bisa berdagang dengan nyaman dan tenang tanpa direlokasi lagi.

“Paling penting, aparat penegak hukum agar lebih proaktif dalam mengawasi Pungli yang dilakukan oknum-oknum pejabat,” pintanya.

Mukmin Naini, Ketua DPRD Muna mengatakan, apa yang menjadi aspirasi pedagang akan ditindaklanjuti. “Kita akan klarifikasi pada Pemkab terkait anggaran pembangunan selokan dan lapak, termaksud meninjau langsung ke lapangan,” ungkapnya.

La Usa, anggota Komisi II mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan selokan dan lapak-lapak tidak termuat pada dokumen APBD. “Harus dihentikan, anggaran pembangunannya itu tidak ada,” tegas Politisi Golkar itu.

Sukarman Loke, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Muna mengaku tidak tahu menahu soal pembangunan selokan dan lapak di kawasan pasar. “Saya tidak tahu menahu, karena memang tidak ada anggarannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba menegaskan, pembangunan selokan dan lapak-lapak itu bukan proyek, melainkan swadaya yang dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat di pasar. “Saya tegaskan itu bukan proyek, hanya untuk penataan dan sifatnya sementara,” tegasnya.

Terkait kelanjutan pembangunan pasar sentral, menurut mantan senator DPD RI itu akan dilakukan setelah proses audit yang dilakukan Inspektorat dan BPKP terkait perhitungan anggaran pembangunan tahun 2016 lalu. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!