Pembangunan TPA Sampah Modern Tunggu Sertifikat – Butonpos
Suara Muna

Pembangunan TPA Sampah Modern Tunggu Sertifikat

SANUDIN

BUTONPOS.COM, MUNA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat dalam mengurus persyaratan administrasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah modern di Desa Wawesa dan Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Batalaiworu.

Pasca mengantongi izin penempatan lokasi dari bupati, instansi yang dipimpin Sanudin itu langsung mengurus sertifikat tanah/lahan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Raha. “Kami sudah bersurat pada BPN untuk penerbitan sertifikat. Tinggal menunggu balasan suratnya terkait apa-apa yang harus dilengkapi,” kata Sanudin, Plt Kepala DLH Muna.

Lahan TPA yang ditetapkan bupati itu seluas 8 hektar telah ditinjau oleh satuan kerja (Satker) dan dilakukan uji kelayakan tanah. Satker juga akan melakukan presentase di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Setelah itu, pihak KLH akan meninjau langsung lokasinya. Saat peninjauan itu, DLH akan melengkapi sertifikat dan dokumen lingkungan (UKL-UPL). “Setelan ditinjau, pembangunan TPA sampah modern akan dimulai,” ujarnya.

Mantan Camat Watoputeh itu menghimbau agar warga di sekitar lokasi tidak perlu ragu dengan pembangunan TPA. Pasalnya, sampah-sampah yang akan dibuang dilokasi itu nantinya dikelola secara modern tanpa menghasilkan bau. “Jadi masyarakat jangan takut. Sampah-sampah akan dikelola secara modern,” imbaunya.

Kini yang menjadi persoalan adalah ada sekelompok warga yang menolak pembangunan TPA dan mengklaim lahan tersebut. Terkait itu, Ia tak ambil pusing. Karena lahan yang ditetapkan itu merupakan Area Peruntukan Lain (APL) milik negara.

Lagian, kalau ada yang komplein, Ia persilakan. Namun, kompleinnya jangan pada DLH, melainkan ke Pemkab. DLH, katanya hanya sebagai pengguna.

“Soal klaim mengklaim itu biasa. Kalau ada bukti-bukti alas hak silahkan, Pemkab siap hadapi,” terangnya seraya menambahkan bila tidak punya bukti, Pemkab siap mengganti rugi tanaman maupun pagar yang di pasang warga.

Anggaran pembangunan TPA sampah modern sebesar Rp 30 miliar. Anggaranya akan cair secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp 15 miliar. Anggaran itu untuk pembangunan sarana dan prasaran TPA, perumahan pengelola sampah dan pengadaan 10 unit armada pengangkut sampah.

Nantinya, dengan beroperasinya TPA itu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Dimana masyarakat akan menfaatkan sampah-sampah yang telah diolah. Misalnya biogas. (cr1)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top