Pemkot Sukses Gelar Ritual Adat Batupoaro – Butonpos
Metro Baubau

Pemkot Sukses Gelar Ritual Adat Batupoaro

seorang anak tersenyum lebar sembari mencium uang kertas yang diperolehnya dari wakil wali kota baubau, hj wa ode maasra manarfa

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kota Baubau, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau menggelar ritual Pesta Adat Batupoaro, di Kotamara, Kecamatan Batupoaro, Jumat (13/10/17). Ritual yang dihadiri Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH ini merupakan bagian dari perayaan HUT Kota Baubau ke 476 dan HUT Kota Baubau ke 16 sebagai daerah otonom.

Ritual adat ini merupakan napak tilas perjalanan guru besar Syaik Abdul Wahid yang berhasil mengislamkan Buton kala itu. Dalam proses ritual, diawali memunajatkan doa kepada sang pencipta di Masjid Al-Mukarabin, Kelurahan Wameo oleh perangkat adat yang dihadiri sejumlah pejabat daerah yang ditengahnya terdapat sebuah talang dibaluti kain putih. Dalam talang ini terdapat sejumlah makanan tradisional masyarakat Buton, seperti lapa-lapa, cucur, pisang dan lainnya.

Usai baca doa, talang kemudian diarak ke lokasi Situs Batupoaro oleh empat orang pemuda. Tiba disana ritual masih berlanjut. Namun yang paling menarik dan ditunggu warga terutama kalangan anak-anak adalah prosesi menyimpan uang diatas batu.

Bagaimana tidak, sesaat setelah uang disimpan, puluhan anak-anak langsung menyerbu uang tersebut. Tak ayal, para penonton pun bersorak. Bahkan tidak sedikit diantara penonton ikut membagikan uang. Seperti halnya Wakil Wali Kota Baubau, Hj Wa Ode Maasra Manarfa.

Sayangnya, menurut Maasra, kegiatan tersebut masih terbilang kurang greget. Pasalnya, masyarakat yang terlibat begitu sedikit. Sementara yang dibutuhkan adalah keterlibatan masyarakat secara umum. Terkhusus warga sekitar Kecamatan Batupoaro.

“Rakyatnya pun harus ikut didalamnya. Ini yang saya lihat hanya tokoh-tokoh adat, pejabat daerah, rakyat tidak ikut serta,” ungkap Maasra saat ditemui usai ritual.

Menanggapi hal ini, Kadisbud Baubau, H Masri menegaskan, tahun depan pihaknya akan melibatkan masyarakat secara umum. Dengan cara dibangun sebuah panggung yang memungkinkan masyarakat bisa nonton prosesi ritual.

“Memang kedepan kita harus mencari model bagaimana agar ritual ini dikenal oleh semua khalayak terutama masyarakat yang berdomisili di sekitar Situs Batupoaro,” ucap Masri.

“Saya sudah melihat (lokasi situs, red), mungkin di sana kita buatkan panggung yang terbuat dari beton, sehingga masyarakat bisa menonton,” sambungnya.

Sekedar diketahui, lokasi situs memang sedikit sulit untuk diakses masyarakat banyak. Pasalnya, situs berada di laut. (***)

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top