Penanganan Banjir di Lakapera belum Ada Solusi – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Penanganan Banjir di Lakapera belum Ada Solusi

BUTONPOS.COM, BUTON TENGAH – Belum adanya solusi penanganan banjir di Desa Lakapera, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sampai saat ini, akan menyebabkan belasan rumah di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Muna itu selalu tergenang air bila setiap kali turun hujan.

Posisinya yang berlembah dengan tiga jembatan parit yang mengalir dari Kabupaten Muna, menambah debit air saat menggenangi belasan rumah yang menjadi langganan banjir rumah tersebut. Dari tiga jembatan yang membelah jalan desa, paling parah adalah rumah-rumah disekitar jembatan kedua.

Aliran jembatan kedua itulah semua air bermuara ke kaki gunung desa dan tertampung seperti sungai. Semakin deras dan lama hujan yang turun, semakin tinggi pula air yang tergenang membanjiri kebun-kebun jambu dan rumah warga.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Daruratdan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buteng, Syahar Ibnu Isnain, mengaku beberapa waktu lalu pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menurunkan alat berat untuk membuat kubangan seluas 30 meter dengan kedalaman tertentu untuk menampung air di kaki gunung.

“Hanya saja kita terkendala dengan pemilik lahan yang tidak mau tanahnya digali dijadikan penampung air. Alasannya tanah warisan beberapa orang. Kalaupun digali lahannya tidak bisa dimanfaatkan seperti tambak, karena kalau sudah kering tanahnya lunak seperti bubur,” ungkapnya.

Pemkab Buteng dan Pemdes Lakapera pun tidak bisa berbuat apa-apa mendapat alasan penolakan tersebut dari pemilik lahan. Ada pula yang mengusulkan gunung dibelah dan berharap ada jurang disebelahnya untuk menjadi pembuangan air, namun sangat beresiko,

Disamping gunungnya berbatu cadas dan alat berat akan rusak membelahnya, dikhawatirkan gunungnya runtuh dan belum dipastikan ada jurang disebelahnya hingga membuat pekerjaan sia-sia saja. “Tidak ada tempat mengalirnya air saat mentok di kaki gunung dan hanya bisa menunggu air meresap dalam tanah,” tutur Syahar ditemui bersama Kades Lakapera La Kaosi Simon di Balai Desa Lakapera, belum lama ini.

“Jalan satu-satunya membuat kubangan penampungan air seperti yang direncanakan pemerintah. Tapi kasihan juga sama yang punya lahan, hanya itu tanah mereka dan merupakan tanah warisan beberapa orang,” sambung La Kaosi.

Pihaknya juga mengaku menemui jalan buntu untuk menangani dan mencegah banjir di desanya selama ini. “Dari tahun ke tahun kita hanya bisa pasrah. Warga hanya mengakali dengan membuat pondasi rumah yang tinggi kalau bangun rumah baru,” tutupnya.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top