Peringati Maulid Nabi, Narasumber Bicara Soal Khilafah – Buton Pos
Metro Baubau

Peringati Maulid Nabi, Narasumber Bicara Soal Khilafah

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Forum Ukhuwa Cinta Nabi Cinta Syariah Kota Baubau gelar tablik akbar momentum maulid nabi dengan tema “Cinta Nabi Cinta Syariah Wujudkan Indonesia Rahmatan Lil’alamin.” bertempat di aula masjid Islamic Center Baubau, sabtu (9/11).

Turut hadir empat narasumber, pemateri pertama ustad Hamza SH, pemateri kedua ustad H Guntur Dahlan yang merupakan calon pengurus MUI Kota Baubau, pemateri ketiga ustad Adikusiyut ST, pemateri terakhir ustad Irwansyah Amunu A.Md.

Adapun peserta yang hadir dari berbagai seantero Kepulauan Buton kurang lebih kisaran 500 orang terdiri dari peserta ikhwan dan akhwat, ada yang dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual dan aktivis kampus.

Mengawali materi pertama Hamza mengulas napak tilas perjalan Nabi dimulai dari Mekah selama 13 tahun mendakwahkan islam lalu kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Madina al munawwara bertepatan 12 rabi’ul awal dengan mendakwahkan islam di madina selama 10 tahun.

“Nabi lahir 12 rabi’ul awal nah, bulan tersebut bertepatan hijrahnya di Madina al Munawwara dengan mendirikan negara islam pertama yang dikenal daula islamiya tepat 12 rabi’ul awal,” tandasnya.

Olehnya itu, esensi mencintai nabi harus dibuktikan dengan mencontoh aktivitas dakwah yang telah dipraktekan dengan memperjuangkan syariat islam dalam semua aspek kehidupan manusia.

“bukti kecinta kita kepada baginda Nabi saw. tidak hanya diyakini dihati dan juga bukan hanya sekedar acara-acara ceremonial saja, namun semua itu dengan meniru dakwah beliau dengan memperjuangkan syariat islam dan menegakan Khilafah islamiya yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik urusan politik, ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan hukum.

Dakwah perjuangkan aturan islam pasti mengalami berbagai tantangan dan rintangan. Hal ini sebagai yang diutarakan oleh pemateri kedua H Guntur Dahlan yang tidak lama lagi ditunjuk sebagai salah satu pengurus MUI Kota Baubau.

Calon pengurus MUI ini sangat mengapresiasi kepada panitia yang begitu serius mendakwahkan ajaran islam ditengah-tengah masyarakat sekalipun dalam perjalananya, kata dia, aktivitas tersebut dibungkam sama orang-orang yang tidak menyukai dakwah penegakan khilafah.

“Ibarat seorang pejuang. Seorang pelaut tangguh tidak akan lahir dari air yang tenang namun seorang pelaut tangguh akan lahir dari terjangan ombak yang keras,” kata Guntur Dahlan mengutib kata-kata bijak.

Sementara narasumber lain yang biasa disapa Abu Bilal mengingatkan, jalan dakwah pasti akan mengalami berbagai macam cobaan diantaranya diintimidasi, persekusi, stigma negatif seperti anti pancasila, radikalisme serta dianggap pemecah bela.

“Kita ketahui bersama bagaimana nabi berdakwa di Maka selama 13 tahun mendapatkan berbagai macam ancaman mulai dari tuduhan orang gila, penyihir bahkan ancaman mau dibunuh,” ujarnya.

Adapun narasumber terakhir, Irwansyah Amunu menyinggung soal mesjid islamic center tempat pelaksanaan kegiatan yang letaknya sangat dekat dengam lokasi Batupoaro yang merupakan simbol dari umat islam.

“Batupoaro dalam sejarahnya tidak terlapas dari sepak terjang Syek Abdul Wahid merupakan sosok ulama yang diutus oleh pemerintahan Khilafah Utsmaniya agar mendakwahkan islam di jazirah Buton saat itu hingga kemudian berhasil mengislamkan raja Lakilaponto yang kini bergelar Sultan Murhum,” pungkasnya.(p5)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top