Pilkades Sensasi “Obrolan” Politik Pemimpin Desa – Buton Pos
Suara Sultra

Pilkades Sensasi “Obrolan” Politik Pemimpin Desa

Rapat Sosialisasi Pelaksanaan Pilkades di Konkep

Format demokrasi mencari pemimpin baru kepala desa devenitif mulai menerapkan sistem pemilihan kepala desa secara serentak. Seperti halnya juga pelaksanaan pilkada yang sudah berhasil dilaksanakan ditanah air. Moment ini dianggap bagian penting bagi publik menanti terwujudnya perubahan baik kesejahteraan maupun kemajuan pembangunan. Apa latar belakang, motivasi serta visi misi para kandidat kepala desa masa kini menuju harapan baru kedepan yang dijual dalam obrolan sensasi politik pilkades di Konkep.

Laporan: Hidayat/Butonpos

MASA pelaksanaan pimilihan kepala desa secara serentak di Kabupaten Konkep tahapanya sedang berjalan. semua persiapan logistik dan kebutuhan operasional pelaksanaan pilkades tersebut sudah dipersiapkan panitia di lapangan, termasuk personil pengamanan dari aparat kepolisian polres setempat sudah bersiaga memberikan pengamanan dan mengawal jalannya proses pelaksanaan pilkades tersebut. Kepada 60 puluh desa yang tersebar di kecamatan se Kabupaten Konkep. Demikian di katakan Kepala Dinas PMD Kabupaten Konkep, Jamhur Umirlan Kepada Buton Pos lewat telpon selulernya.

Tahapan persiapan penyelenggaraaan pilkades tersebut telah melewati prosedur dan mekanisme yang ditentukan panitia Dinas PMD Kabupaten Konkep. Mulai dari tahapan pengajuan calon ataupun syarat yang harus dipatuhi calon kades tersebut panitia pun bekerja keras dan berupaya agar teknis serta aturan penyelenggaraan pilkades tersebut dapat terpenuhi sesuai tuntutan peraturan bupati Konkep.

Semangat menggelar pilkades serentak di Konkep merupakan bagian dari tantangan baru Dinas PMD dibawah kepemimpinan Bupati Konkep H Amrullah dan Wakil Bupati, Andi Muhamad Lutfi untuk mewujudkan demokrasi pembangunan desa.

Mencari kader dan figur baru pembawa perubahan kemajuan desa saat ini rasanya tidak mudah. Kondisi psikologi publik menentukan pemimpin desa atau dikenal kepala desa itu agak dilematis satu sisi publik inginkan perubahan dapat terwujud secara optimal dibawah kepemimpinan kandidat yang berpengalaman, berpendidikan dan memiliki integritas yang baik tapi disisi lain terbangun rasa solidaritas merumuskan format kepemimpinan yang berasal dari kekeluaragaan mayaritas masyarakat tanpa menggunakan variabel penunjang gaya kepemimpinan yang hebat.

Seleksi kandidat calon kades tersebut sangat ketat dimana sebelumnya yakni proses pendaftaran hingga pemeriksaan berkas. Kemudian diadakan penilaian kemampuan baca alquran. Kemampuan baca alquran ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan dan mencari kader pemimpin baru yang berjiwa islami untuk membangun Kabupaten Konkep menuju kota yang beriman dan religius.

Kendati pun panitia sudah bekerja keras menerapkan aturan pelaksanaan pilkades tersebut namun masih saja terdapat desa yang belum maksimal menjalankannya. Pasalnya, Banyak masyarakat yang mencoba memperdebatkan aturan pilkades yang telah ditetapkan dalam peraturan bupati yakni terkait hak untuk memberikan hak pilih di TPS.

Yang menjadi pertanyaan publik saat ini apa yang diharapkan dalam moment demokrasi pemilihan kepala desa tersebut. Karena moment ini menjadi penting dan berharga untuk menentukan masa depan kemajuan desa khususnya Kabupaten Konkep pada umumnya saat ini.

Harapan perubahan itu menanti didepan mata namun apa dan bagaimana kategori pemimpin andalan yang diharapkan publik. Strategi manufer politik yang digalakan seolah hanya sebagai sensasi “obrolan” politik janji. Impian besar masyarakat mengharapkan kepala desa yang terpilih nantinya yakni yang memiliki kualitas serta integritas yang baik demi kemajuan konkep yang lebih baik dimasa mendatang yang berjiwa terbuka jujur, merakyat dan berkeadilan. (***)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!