Pilkades Wandoke Diduga Ada Penggelembungan Suara – Buton Pos
Suara Muna

Pilkades Wandoke Diduga Ada Penggelembungan Suara

Ilustrasi

– Calon Kades Melapor di Kesbangpol Mubar

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, MUBAR- Indikasi kecurangan dipemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Muna Barat (Mubar) dipastikan sulit dihindari. Tebukti sisa tinggal 13 hari lagi, sudah ada laporan adanya dugaan kecurangan yang diterima Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mubar.

Akhir pekan lalu, Kesbangpol Mubar menerima aduan salah seorang calon kepala kepala desa (Cakades) dari Desa Wandoke, Kacamatan Tiworo Kepulauan (Tikep) terkait dugaan pelanggaran. Adalah La Ode Irawan, melaporkan dugaan pengelembungan suara yang dilakukan oleh panitia pilkades tingkat desa Wandoke.

Saat ditemui La Ode Irawan mengaku, ia menemukan ada 11 orang yang dimasukan dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) saat verifikasi DPT oleh panitia bukan sebagai warga Wandoke. Diantaranya 5 tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mubar, 6 orang baru terdaftar 2 bulan.

“Ada dugaan pengelembungan suara yang dilakukan oleh panitia. Saat saya konfirmasi kepada pihak panitia desa, pengakuannya ada calon yang mobilisasi. Didapat mereka itu saat proses verifikasi data pemilih untuk pilkades ini,”ungkapnya.

Sebagai calon La Ode Irawan memprotes adanya tambahan pemilih tersebut. Dirinya memprotes adanya tambahan pemilih itu. Namun, alasan dari panitia ada surat edaran dari Sekda Mubar bahwa diperbolehkan memilih dengan menggunakan KTP atau surat keterangan (Suket) kependudukan.

“Saya protes. Tetapi alasan mereka ada surat ederan sekda bahwa pemegang KTP dan suket boleh memilih. Namun disitu berbenturan dengan undang-undang. Yang diperbolehkan memilih, apabila telah berdomisili selama 6 bulan. Anehnya warga yang 11 orang ini ada yang tidak terdaftar di Capil, ada juga yang baru berdomisili 2 bulan,”tandasnya.

Sebagai mantan kepala desa Wandoke, La Ode Irawan tau persis masyarakat disana. Diantara 11 orang itu, tidak pernah terlihat di Wandoke selama ini. Nanti dekat-dekat Pilkades ini baru bermunculan. Bahkan diduga kuat sebagian mereka adalah ada penduduk dari Desa Masalili, Kabupaten Muna.

“Saya sebagai mantan Kades saya tau persis masyarakat Desa Wandoke. Selama ini yang penduduk 11 orang itu tidak ada. Makanya saya duga kuat bahwa ada mobilisasi masa siluman. Jadi saya tuntut, karena dirugikan. Memang ada juga orang dari Wandoke diantara mereka itu, tetapi sudah pindah di Ponggaluku, Kabupaten Konawe Selatan, sekitar 40 tahun lalu,”katanya.

Laporan La Ode Irawan tersebut dibenarkan Kepala Kesbangpol Mubar La Ode Andi Muna. Pihak Kesbangpol sudah menerima aduan dari pelapor. “Kami sudah terima laporan dari pihak pelapor. Bahkan sudah ada upaya mediasi. Tetapi dua kali kami melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada panitia mereka tidak datang. Ketua pernah hadir mewakili, namun ia inginkan agar seluruh para calon juga ikut dihadirkan,”Timpal La Ode Andi Muna.

Bahkan Kesbangpol katanya, sudah mengecek keberdaan atau status kependudukan dari 11 warga yang diduga hasil mobilisasi itu. Hasil pengecekan oleh Disdukcapil saat dikonfirmasi oleh Kesbangpol, tidak didapat data mereka sebagai bagian dari masyarakat Mubar.

“Ini masalah perbuatan hukum terkait dengan pengelembungan dan pemalsuan data. Tetapi kita coba upaya mediasi dulu supaya tidak ada riak. Hasilnya kita akan laporkan kepada panitia kabupaten,”katanya.(p5)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top