Plt Bupati Minta Kades Data Warga Kurang Mampu – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Plt Bupati Minta Kades Data Warga Kurang Mampu

LA ODE ARUSANI

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Plt Bupati Buton Selatan (Busel), H La Ode Arusani menginstruksikan kepada seluruh Kades/Lurah di Busel untuk melakukan pendataan terhadap warga kurang mampu, sehingga dapat diusulkan mendapatkan bantuan.

Dikatakan, tahun ini Busel keciprat bantuan sebanyak 491 unit rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan mulai direalisasikan. Dari jumlah itu, sebagian untuk peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

Diharapkan dengan bantuan bedah rumah itu dapat mengurangi rumah kurang layak huni di Busel. Arusani juga meminta para Kades/lurah untuk melakukan pendataan secara akurat, sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, secepatnya diserahkan ke Pemkab Busel.

Program ini merupakan program pemerintah pusat kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga harus didukung dan disukseskan masyarakat.

“Kita harus bersyukur dan mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas rumah yang semula kurang layak huni menjadi rumah yang layak huni,” ujarnya.

Ia juga berharap agar program ini berlanjut hingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni di Busel.

Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Busel, Dr Sunaryo Mulyo menyebutkan, untuk Busel, kegiatan BSPS ini mencakup 491 unit rumah. Dengan rincian, untuk program Satker Strategis menangani 358 unit rumah, dengan 303 peningkatan kualitas rumah dan 55 unit berupa pembangunan baru.

Sementara Satker NSVT rumah swadaya atau reguler 108 rumah, keseluruhan merupakan peningkatan kualitas, dan sisanya dari APBD Busel 25 unit rumah.

Cakupan wilayah kegiatan ini meliputi Kecamatan Sampolawa, Batuatas, Batauga, Siompu, dan Kadatua. Untuk besaran stimulan BSPS ini adalah Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas per unit dan Rp 30 juta untuk kegiatan pembangunan baru per unit.

Sunaryo menegaskan, seluruh kegiatan ini harus selesai pada tahun ini juga, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu ini sebaik-baiknya. Artinya, setelah masyarakat menerima droping bahan bangunan, harus segera dipasang untuk rehabilitasi rumahnya sesuai dengan petunjuk fasilitator desa yang ditunjuk oleh dinas.

“Dengan program BSPS ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buton Selatan,” pungkasnya.

Terbangunnya rumah yang layak huni diperuntukan kepada warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bentuk program ini, meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. (aga)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top