Program Bedah Rumah, RossY Anggarkan Rp 6 Miliar Per Tahun – Buton Pos
Metro Baubau

Program Bedah Rumah, RossY Anggarkan Rp 6 Miliar Per Tahun

Roslina Rahim dan La Ode Yasin
Roslina Rahim dan La Ode Yasin

BUTONPOS.COM SATU lagi program calon wali kota dan wakil wali kota Baubau Roslina Rahim dan La Ode Yasin Mazadu yang menyentuh masyarakat. Program tersebut, yakni memberikan stimulan kepada masyarakat yang rumahanya tidak layak huni (RTH) untuk dibedah.

Program ini merupakan salah satu dari 44 program unggulan dan 15 program prioritas pasangan wali kota dan wakil wali kota yang berakronim RossY itu. Program lain yang sebelumnya sudah dipublis yakni pemberian modal usaha untuk 1.000 UMKM tampa bunga dan agunan, Kelurahan Mantab Rp 500 juta per kelurahan, program Ambulance Gratis siaga 24 jam, dan program RossY Menyapa.

Terkait program bedah rumah ini, La Ode Yasin Mazadu mengungkapkan, saat ini di Kota Baubau masih ditemukan rumah yang tidak layak huni. Karena itu, RossY bila terpilih di Pilwali Kota Baubau nanti akan berusaha mengikis adanya kesenjangan itu di bidang kebutuhan primer itu.

“Berdasarkan data yang ada tahun 2011, jumlah backlog atau kesenjangan antara rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat di Kota Baubau yakni, perumahan swadaya sebanyak 12.982 unit dan jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 3.199 unit. Namun pada tahun 2015, jumlah backlog keseluruhan tercatat lebih 8.950 unit yang tersebar di 43 kelurahan,” terangnya.

Berkenaan dengan hal-hal tersebut, sambung La Ode Yasin, pihaknya bersama Roslina Rahim bertekad selama kurun waktu lima tahun, rumah tidak layak huni secara bertahap akan diatasi. Ia mentargetkan dalam setahun ada 10 buah rumah dalam satu kelurahan.

Untuk membedah puluhan rumah tersebut, RossY akan menganggarkannya melalui dana sharing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Baubau yang akan disiapkan Rp 6 miliar per tahun.

“Selanjutnya RossY bertekad untuk mengatasi rumah tidak layak huni melalui dana-dana APBN yang dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan rumah melalui Kementerian Sosial,” ujarnya.

Mantan wakil DPRD Kota Baubau itu menambahkan, program stimulan bedah rumah tidak layak huni tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat memperoleh fasilitas perumahan yang layak huni. Sasaran utamanya adalah kelompok-kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, yang kondisi ekonominya di bawah, dan masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak huni, yang tersebar di seluruh kelurahan.

“Termasuk di kawasan pemukiman yang padat penduduk seperti Kelurahan Tomba dan Bataraguru menjadi kawasan yang perlu kita sentuh dengan program bedah rumah tidak layak huni,” akunya.

Dia menuturkan, di kawasan pinggiran Kota Baubau atau daerah belakang, program serupa yang sudah ada beberapa tahun belakang dirasakan sangat besar manfaatnya buat masyarakat. Cuma saja menurutnya itu belum cukup karena keterbatasan anggaran yang turun dari pusat.

Karena itu, bila RossY terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota periode 2018-2023, akan berupaya melalui kemandirian APBD untuk memancing APBD provinsi dan APBN.

“Bantuan langsung berupa rumah, tidak ada biaya sepersen pun yang akan dikeluarkan oleh masyarakat penerima manfaat. Namun sebelumnya akan dilakukan inventarisir kelompok-kelompok penerima sasaran, syaratnya adalah punya rumah tapi tidak layak huni dan rumah berdiri di atas tanah sendiri,” terangnya kembali.

Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, lanjut kader Partai Bulan Bintang (PBB) itu, pihaknya akan melibatkan perangkat-perangkat pemerintahan terkait dari tingkat dinas hingga di tingkat kelurahan. (m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top