Proses Perkuliahan Lumpuh, Mahasiswa STAI Rugi – Buton Pos
Metro Baubau

Proses Perkuliahan Lumpuh, Mahasiswa STAI Rugi

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YPIQ Baubau mengeluhkan lumpuhnya perkuliahan. Mereka merasa rugi atas kondisi kampus sudah yang berlangsung selama dua pekan terakhir itu.

“Saya datang terus di kampus, tapi dosen-dosen tidak nengajar. Perkuliahan sudah macet dari sekitar dua minggu lalu sampai sekarang. Ini sangat merugikan saya,” ujar Kisti, seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI YPIQ Baubau saat dihubungi, Rabu (6/11).

Kerugian itu, karena dirinya tidak diberikan haknya untuk mendapat ilmu. Belum lagi waktu dan tenaga bolak-balik kampus setiap hari tanpa mendapat pulang pelajaran

“Kita sudah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Rp 700 ribu per semester. Orang tua sudah banting tulang, tapi kita tidak kuliah,” tukas mahasiswa semester III ini.

Olehnya itu, menurut dia, konflik internal STAI ini sudah harus segera diakhiri, jangan dibiarkan berlarut-larut. Ketua dan Pembina Yayasan semestinya legowo menyatakan sah atas keputusan rapat senat yang memilih kembali Mochammad Tasdik sebagai Ketua STAI.

Perasaan serupa juga dirasakan rekan mahasiswa lainnya, Nur Fadila. Dia pun merasa sangat dirugikan lantaran setiap hari ke kampus, namun selalu pulang tanpa membawa pelajaran dari dosen.

“Tidak ada juga pemberitahuan apakah libur atau tidak. Kita cuma datang-datang saja, tapi tidak ada dosen yang memberikan mata kuliah,” imbuh Fadila dihubungi.

Dia menuturkan, mahasiswa penentang kebijakan yayasan yang menunjuk Pj Ketua STAI tidak pernah melakukan penyegelan terhadap ruang kuliah. “Yang disegel itu hanya kantor. Jadi harusnya kuliah tetap berjalan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, lumpuhnya kampus di Jln Wa Ode Wau Kelurahan Tanganapa Kecamatan Murhum ini merupakan buntut dari aksi protes keras mahasiswa atas kebijakan yayasan yang membatalkan keputusan rapat senat 20 Oktober 2019 lalu. Yayasan menganulir terpilihnya Mochammad Tasdik lalu menunjuk Abdul Madjid sebagai Pj Ketua STAI.

Bahkan, enam mahasiswa diberhentikan alias Drop Out (DO). Ketua Yayasan, Muchtasar Ntewo dan Pj Ketua STAI YPIQ Baubau, Abdul Madjid menganggap aksi demonstrasi yang dilakukan enam mahasiswa tersebut sudah keterlaluan.(exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top