Rajiun Kecam Perusak Ekosistem Selat Tiworo – Butonpos
Suara Muna

Rajiun Kecam Perusak Ekosistem Selat Tiworo

LM RAJIUN TUMADA

BUTONPOS.COM, MUBAR – Beberapa bulan terakhir, kasus pengeboman ikan dan penggunaan jaring katrol dalam menangkap ikan marak terjadi di perairan selat Tiworo. Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada mengecam para pelaku yang menggunakan alat tidak ramah lingkukan itu dalam menangkap ikan.

Pasalnya, bukan hanya menghancurkan ribuan ikan, tetapi ekosistem laut juga ikut rusak. Hampir 75 persen terumbu karang rusak total, akibat terkena alat penangkapan ikan ilegal itu. Mirisnya, para pelaku perusak ekosistem laut ini sulit dilacak. Namun kuat dugaan dilakukan oleh mereka yang berasal dari daerah lain.

“Tindakan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan katrol dilarang oleh pemerintah. Kami sangat menyayangkan kasus yang terjadi di selat Tiworo ini. Kalau kedapatan, kami langsung tangkap dan diproses secara hukum,” tegas Rajiun.

Ia mengaku, Pemkab Mubar masih kesulitan untuk mengamankan seluruh wilayah perairan selat Tiworo, karena pasukan sangat terbatas. Namun, aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bom sudah berkurang dibandingkan 3-4 tahun lalu.

“Sudah ada pelaku yang ditangkap, tetapi masih terjadi lagi. Petugas juga sering turun, tetapi saat kita tiba di sana, bocor duluan. Ada orang-orang yang berperan dibalik kegiatan terlarang itu, tetapi saya tidak mau sebut orang,” ungkapnya.

Kata dia, Pemkab Mubar tidak pernah memberikan bantuan alat tangkap kepada para nelayan berupa alat katrol. Para nelayan ini mendapatkan itu dari daerah-daerah luar yang dekat dengan perbatasan Mubar.

“Alat yang mereka gunakan bukan bantuan dari Pemkab. Kami tidak pernah ada bantuan seperti itu. Mereka dapat dari luar daerah,” terangnya.

Mantan Kasatpol PP Sultra ini berkomitmen tidak akan membiarkan para pelaku perusak ekosistem laut bergerilya secara terus-menerus di selat Tiworo. Ia akan menyusun format tersendiri untuk bisa mengamankan para pelaku pengebom ikan di wilayahnya.

“Orang-orang ini belum hilang karakternya. Beberapa kali kita turun lapangan, selalu bocor duluan. Saya akan susun strategi untuk turun menangkap langsung para nelayan gelap. Selain itu kita akan sosialisasi terkait penggunaan alat tangkap katrol dan bom. Alat ini merusak keadaan laut kita,” tuntasnya. (p5)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top