Rajiun Resmikan Pasar Rakyat Tiworo Selatan – Buton Pos
Suara Muna

Rajiun Resmikan Pasar Rakyat Tiworo Selatan

BUTONPOS.COM, MUNA BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) terus mengenjot pembangunan pasar. Sejauh ini sudah ada 12 pasar yang dibangun. Dari 11 kecamatan di Mubar, tiap-tiap kecamatan sudah memiliki pasar rakyat. Ada yang mendapat bangunan pasar baru, ada juga yang renovasi.

Selasa (5/3), Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Mubar, Achmad Lamani, Wakil Ketua DPRD Mubar, Cahwan, beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mubar, meresmihkan pasar rakyat Kecamatan Tiworo Selatan.

Disela-sela acara itu Rajiun mengatakan, seluruh kecamatan di Mubar dibangunkan pasar sebagai pusat perputaran ekonomi daerah. Perkembangan ekonomi masyarakat suatu daerah dapat dilihat dari kondisi pasar.

“Kita akan tata semua pasar yang ada di Mubar. Makanya isu atau wacana kalau saya membangun daerah tidak berbasis ekonomi kerakyatan, itu hanya bahasa orang-orang yang tidak terakomodir kepentingannya. Baik itu secara politik, maupun kebijakan dalam pengangkatan jabatan strategis dalam lingkup pemerintahan,” ungkapnya.

Kedepan, kata Rajiun, Pemkab akan membangun pasar sentral yang berpusat di Desa Wakoila, Kecamatan Sawerigadi. Pasar ini akan mewakili pasar di tiga wilayah besar yakni pasar Lawa Raya, Tiworo Raya, dan Kusambi Raya.

“Dalam waktu dekat ini saya sudah akan mempresentasikan pembangunan pasar sentral itu kepada pemerintah pusat. Anggaran yang kita usulkan sekitar Rp 50 miliar lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mubar, Agustamin Sujono menyebutkan, pasar rakyat Tiworo Selatan, dibangun dengan anggaran yang bersumber dari tugas pembantuan (TP) tahun 2018.

“Dana untuk pembangunan pasar ini sekitar Rp 5 miliar. Postur bangunannya berukuran 25×50 meter. Pasar ini merupakan bangunan terakhir yang diresmikan oleh Pemkab Mubar untuk tahun anggaran 2018,” sebutnya.

Model pembangunan tersebut permanen. Bagian dalam diperuntukkan khusus penjual sembako, sayur-sayuran, dan ikan. Kemudian bagian luar khusus pedagang pakaian. Sistem pemakaian pasar tersebut adalah kontrak. Artinya, pedagang akan dibebankan biaya saat transaksi jual beli.

“Jumlah lods pasar itu sebanyak 35 lods. Kemudian, pasar basahnya untuk para pedagang sembako, ikan dan sayur-sayuran disiapkan tempat sekitar 100. Nantinya ini tinggal diatur ada yang sistem kontrak perbulan, ada juga sewa harian. Sudah ada Perda mengenai pengaturan pasar itu,” pungkasnya. (p5)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top