Resmi Ditahan Polisi, La Renda Cs Diancam 20 Tahun – Butonpos
Hukum

Resmi Ditahan Polisi, La Renda Cs Diancam 20 Tahun

ilustrasi

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Setelah memeriksa 32 saksi, Penyidik Reskrim Polres Buton akhirnya menahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton La Renda, Rabu (27/9) malam.

La Renda diduga terlibat korupsi pengadaan air bersih dan pembukaan lahan transmigrasi Lapokamata, Kecamatan Lasalimu Selatan, ketika dia masih menjabat Kepala Dinas Sosial Tenagan Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buton tahun anggaran 2015.

Sebelum menahan La Renda, penyidik lebih dulu menaha Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buton, La Atiri, bersama Direktur CV Jala Rambang, Numaris, dan rekannya Rifaldi. Setelah itu menyusul Ikhsanudin dan Hayan. Mereka semua diancam 20 tahun penjara karena telah merugikan negara sekitar Rp 423,66 juta, dari nilai proyek lebih kurang Rp 1 miliar.

Kasat Reskrim Polres Buton Iptu Hasanuddin SH MH menjelaskan, dugaan korupsi transmigrasi Lapokamata ini ada dua. Pertama pembukaan lahan dengan anggaran sesuai kontrak sebanyak Rp 458.751.000. Kedua pengadaan air bersih atau penggalian sumur dengan nilai kontrak sebanyak Rp 432.564.000.

Setelah dilakukan penyidikan dan ditindaklanjuti dengan keterangan saksi ahli berupa hasil audit BPKP Sultra, terungkap kerugian negara untuk pembukaan lahan sebanya Rp 231.606.042. Sedangkan penggalian sumur atau pengadaan air bersih sebanyak Rp 192.057.724.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan air bersih transmigarasi Lapokamata itu La Renda berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Hayan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Ikhsanudin belum disebutkan perannya oleh penyidik.

Sementara pada dugaan korupsi pembukaan lahannya, La Atiri bertindak sebagai kontraktor, Numaris yang mengikuti proses lelang, dan Rifaldi sebagai pengurus pencairan dana dari termin pertama hingga akhir.

“Enam orang inilah yang mempunyai domain untuk melakukan tindak pidana korupsi. Kita sudah lakukan semua penindakan berupa penahanan,” tegas Hasan sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Buton Iptu Hasanuddin SH MH, di ruang kerjanya, Sabtu (30/9).

Modus korupsi yang dimainkan para tersangka, kata mantan penyidik senior Tipikor Polda Sutra ini, adalah proyek dikerjakan tidak mencapai 100 persen. Sementara dana yang dikeluarkan 100 persen. Ini menandakan bahwa pertanggungjawaban yang dibuat fiktif.

Adapun terhadap adanya tambahan tersangka, Hasan mengatakan belum menemukan cukup bukti. Pihaknya akan mendalami kasus ini hingga tuntas. “Apakah sebentar nanti ada alat bukti yang mengarah ke tersangka lain nanti kita lihat. Tapi sampai sekarang ini kami belum menemukan alat bukti yang mengarah ke tersangka lain,” katanya.

Sesuai aturan, jelas Hasan, La Renda Cs akan ditahan selama 20 hari. Bila berkas perkara penyidikan belum lengkap, maka pihaknya akan berkoordinas dengan jaksa untuk memperpanjang penahanan selama 40 hari. “40 hari lagi belum selesai, kita ke pengadilan tambah 30 hari. Belum selesai lagi, tambah lagi 30 hari,” jelasnya.

La Renda Cs sekarang diancam dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Junto Pasal 55 ayat 1 KUHP. (man)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top