RossY Bersatu, Wujudkan Kota Teratur – Buton Pos
Ragam

RossY Bersatu, Wujudkan Kota Teratur

Roslina Rahim dan La Ode Yasin
Roslina Rahim dan La Ode Yasin

BUTONPOS.COM PASANGAN Roslina Rahim dan La Ode Yasin Mazadu benar-benar sudah siap memimpin Kota Baubau lima tahun ke depan. Itu dilihat dari kesiapan program yang dipersiapkan.

Selain program yang menyentuh masyarakat secara langsung, pasangan wali kota dan wakil wali kota yang berakronim RossY itu juga memiliki program menata ruang-ruang Kota Baubau. Program ini dinamakan RossY Bersatu (Bersih, Sehat, dan Teratur).

“Kami dengan program RossY Bersatu akan berupaya mengatur sebaik-baiknya ruang-ruang di Kota Baubau. Program ini adalah satu dari 15 program prioritas RossY ke depan. Bahkan ini menjadi program 100 hari kerja RossY,” kata calon Wali Kota Baubau Roslina Rahim.

Untuk mencapai hal ini, lanjutnya, kalau RossY dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Baubau, maka langkah pertama yang dilakukan RossY, adalah akan melakukan perbaikan sistem. Mulai dari penyediaan regulasi atau aturan, aparat, hingga pada penerapannya di masyarakat.

Langka beriktunya, urai Roslina, RossY akan melakukan penataan, mulai dari transportasi laut dalam hal ini pelabuhan. Kemudian transpor udara dalam hal ini bandar udara (Bandara). Transportasi darat, ruang-ruang publik, hingga jalan raya.

Untuk Pelabuhan dan Bandara, jelas mantan Ketua DPRD Baubau itu, Kota Baubau yang merupakan salah satu pintu gerbang ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), memiliki letak geografis yang strategis dan potensi sumber ekonomi yang besar.

Selain itu, lanjutnya, Kota Baubau juga tumbuh dan berkembang menjadi kota jasa dan perdagangan yang cukup maju di Sultra, sekaligus menjadi simpul jaringan bagi daerah sekitarnya. Adanya Pelabuhan Murhum yang menjadi salah satu persinggahan kapal Pelni dan bongkar muat barang (Moda Transportasi Laut).

Kemudian Bandara Bentoambari sangat menguntungkan bagi perkembangan ekonomi di Kota Baubau yang merupakan bagian dari moda transportasi udara yang menghubungkan Kota Baubau dengan daerah-daerah sekitarnya, baik lintas kabupaten/kota, propinsi, hingga mancanegara. Dari perkembangan tersebut, kemudian ikut memicu meningkatnya aksesibilitas moda transportasi darat, sehingga hal ini perlu diatur dan ditata dengan baik.

Menurutnya, kota modern dengan penataan moda transportasi yang baik dan teratur dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat seharusnya menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Karena hal ini selaras dengan persiapan Kota Baubau sebagai calon ibu kota Provinsi Kepulauan Buton di masa mendatang sebagai mana yang menjadi impian masyakat di Kepulauan Buton, khususnya masyarakat Kota Baubau.

Sayangnya, kata Roslina, kondisi Kota Baubau hari ini, masih terbilang belum maksimal dalam pemanfaatan sistem moda transportasinya. Masih banyak yang perlu dibenahi. Selain keteraturan ruang-ruang pemanfaatan sarana pendukungnya juga perlu ditata sehingga dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bagi masyarakat selain itu menjadi pemasukkan bagi daerah (PAD).

Ia menjelaskan, untuk moda transportasi laut saat ini masih dalam satu kawasan antara sistem pengelolaan kapal angkutan orang dan angkutan barang, sehingga ini menjadi persoalan yang harus ditangani. Menurutnya, kedua kawasan tersebut seharusnya perlu ada pemisahan, sehingga kawasan pelabuhan di Kota Baubau diperuntukan bagi angkutan orang. Sedangkan angkutan barang pelabuhannya akan dibuatkan tersendiri.

“Hal ini untuk menghindari adanya peluang kecelakaan yang serius dimana kendaraan pengangkut barang dan penumpang dalam satu pelabuhan. Selain itu, pengaturan kendaraan di jalan raya harus dipilah mana jalan untuk kendaraan pengangkut barang dan mana untuk jalan umum yang masyarakat selalu gunakan,” ujarnya.

Pada moda transportasi udara, sambung Roslina, juga perlu dikembangkan baik dari kondisi Bandara sebagai fungsi pelayanan masyarakat, juga aksesibilitas lainnya untuk menunjang dan kesiapan Kota Baubau sebagai calon Provinsi Kepulauan Buton ke depan. Sehingga kedepan akan terdapat beragam jenis pesawat yang mendarat di Kota Baubau tentu dengan berbagai tujuan hingga ke manca negara. “Potensi dan peluang ini cukup menjajikan, tinggal bagaimana mengatur, memanfaatkan, dan promosinya,” tukasnya.

“Upaya-upaya ini RossY telah mempersiapkan langkah-langkah kongkrit yang secara keseluruhan menjadi moto kerja RossY yakni, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” sambungnya lagi.

Disisi lain, jelas dia kembali, penataan dan pengelolaan sistem moda transportasi darat yang lemah dan tidak kreatif dapat mengakibatkan menurunnya PAD dari sektor pendapatan dan kesemrawutan kota. “Inilah realita yang terjadi hari ini dan sudah tidak bisa dibiarkan lagi, Kota Baubau kedepan semestinya menjadi kota harapan bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan pinggiran jalan raya hari ini sudah semrawut dengan adanya parkir liar dan pengendara yang memarkir kendaraannya di sembarang tempat. Ditambah lagi dengan ruas jalan trotoar yang seharusnya menjadi tempat pejalan kaki kini berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan pot bunga.

“Rasa nyaman bagi pejalan kaki dan rasa aman bagi kendaraan tidak lagi menjadi prioritas bagi pemerintah terdahulu, sehingga sudut-sudut jalan raya disibukkan oleh parkir kendaraan yang tidak pada tempatnya ditambah lagi dengan pemahaman masyarakat yang tidak peduli, sebagai bentuk rasa kesal karena kondisi ini terkesan dibiarkan dan tidak diatasi oleh pemerintah,” ungkapnya.

Berbicara soal ketertiban dan keteraturan, RossY juga akan berupaya untuk memperbaiki simpul-simpul moda transportasi darat, mulai dari penyediaan terminal kota dan terminal penyangga (terminal di Sulaa, Sorawolio, dan Lakologou). Semua terminal penyangga itu akan dimaksimalkan termasuk dengan pasar rakyatnya. Sehingga simpul-simpul ketertiban di dalam kota yang menjadi masalah hari ini dapat teratasi. Selain itu pendapatan bagi peningkatan ekonomi masyarakat dapat menyebar karena akan tercipta ruang-ruang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar lokasi terminal tersebut.

“Harapan RossY semoga semua cita-cita ini mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai Baubau Bersatu (Baubau Bersih, Baubau Sehat, dan Baubau Teratur),” imbuhnya. (m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top