Rusman Emba Resmikan Pasar Rakyat Bangkali – Buton Pos
Suara Butur

Rusman Emba Resmikan Pasar Rakyat Bangkali

Bupati Muna, LM Rusman Emba meresmikan pasar rakyat Bangkali

BUTONPOS.COM, RAHA – Bupati Muna, LM Rusman Emba meresmikan pasar rakyat Bangkali, Kecamatan Watoputeh. Pasar yang sempat berhenti total sejak tahun 1994 itu diberi nama “Kantaa”.

Pasar Kantaa telah lama beroperasi yakni sejak tahun 1972. Saat itu, gairah penjual dan pembeli yang melakukan transaksi ekonomi terbilang tinggi, khususnya Desa Bangkali dan sekitarnya. Pasar ini tidak hanya beroperasi pada pagi hari, melainkan sore dan malam.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, pasar ini perlahan-lahan mati suri akibat perpindahan masyarakat Bangkali dari daerah ke tempat lainnya. Perpindahan pertama terjadi pada 1978 di Lakapodo. Kemudian menyusul tahun 1981 di Guali. Akibatnya secara perlahan masyarakat Bangkali menyusut.

Hal itu diperparah lagi dengan banyaknya masyarakat desa yang berbelanja ke kota. Pada waktu itu transportasi cukup memadai sehingga masyarakat cenderung membelanjakan uangnya di perkotaan. Dan membuat perputaran ekonomi di daerah ini lumpuh total.

Lewat tangan Bupati Muna, LM Rusman Emba, tempat transaksi jual beli yang diberi nama Pasar Kantaa kembali resmi beroperasi. Masyarakat Bangkali serasa mencium kembali aroma perputaran uang yang lezat. Nafas ekonomi kerakyatan pun ikut bergerak.

Hujan mengguyur ketika peresmian digelar. Namun, Rusman menyebut ini merupakan barokah sang penguasa langit. Harapannya, salah satu tempat turunnya hujan ini menjadi barokah untuk kehidupan masyarakat Bangkali. Dirinya juga mengapresiasi berdirinya bangunan sederhana lewat inisiatif tokoh-tokoh masyarakat melalui dan ADD.

“Memang dana ADD ini semakin menarik karena tahun ini ada penambahan dibanding tahun 2016. 2016 itu cuma sekitar Rp 300 juta, sekarang sudah mencapai Rp 720 juta. Tahun depannya sudah mencapai 100 kali lipat yaitu Rp 1,4 M. Kemudian ada dana perimbangan yang dikeluarkan dari APBD 10% ada penambahan Rp 70 M. Jadi perdesa itu sekitar Rp 600 juta. Jadi tahun ini perdesa itu hampir Rp 1,3 M. Saya kira ini luar biasa sekali,” kata Mantan Legislator DPD RI ini.

Untuk diketahui kata “Kantaa” mengandung arti menunggu. Bila dilebarkan maknanya atau menurut terminologinya bahwa Kantaa adalah menunggu orang-orang berjualan di lokasi yang biasa menjadi tempat pertemuan.

Sejarah terbentuknya pasar ini berawal dari penduduk tetangga Desa Bangkali yaitu Konawe. Ada warga tetangga yang bermata pencaharian sebagai penjual atau pedagang keliling di berbagai pasar.

Produk yang dipasarkan saat itu adalah ikan kering, karena dianggap bisa bertahan lama dan tidak mudah busuk. Pasar-pasar itu yakni pasar dana yang juga masih tetangga desa dan pasar di Desa Mabodo. Terakhir ini sedikit lebih jauh dari Bangkali, namun untuk ke sana, rutenya dapat mengambil jalur Desa Bangkali.

Pasar ini hanya beroperasi setiap tiga hari, itupun hanya jatuh pada pagi hari saja. Sebelum masuk pasar-pasar itu, pedagang keliling ini datang sehari sebelum pasar dibuka.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!