Sangia Wambulu Ancam Gabung Kota Baubau – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Sangia Wambulu Ancam Gabung Kota Baubau

INTERUPSI: Legislator PAN H Hasiri saat memberikan interupsi pada rapat paripurna di DPRD

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Kecewa dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) yang dinilai tak berkeadilan dan permintaan mereka tidak direalisasikan, masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu mengancam akan pindah atau bergabung dengan Pemerintah Kota Baubau.

Prioritas utama yang diminta masyarakat sebelumnya adalah pengaspalan jalan lingkar kecamatan yang menghubungkan antar desa dan kelurahan di Kecamatan Sangia Wambulu. Termasuk pengaspalan dari Desa Doda Bahari menuju SMP dan dari SMP menuju simpangan Siku Desa Baruta Lestari, serta pengasapalan jalan pintas Desa Baruta Lestari dari perkampungan lama.

“Kekecewaan dan ancaman masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu tersebut diungkapkan saat kami melaksanakan reses baru-baru ini di sana. Pasalnya, reses tahun sebelumnya yang dihadiri sembilan anggota DPRD termasuk Ketua DPRD akan memperjuangkan dan memprioritaskan jalan lingkar kecamatan,” ungkap anggota DPRD Dapil Sangia Wambulu, H Hasiri ditemui di kantor DPRD, Senin (11/9).

Menurut politisi PAN ini, ancaman tersebut cukup beralasan karena dari anggaran belanja modal Kabupaten Buteng 2017 sebesar Rp 200 miliar lebih hanya dialokasikan sekitar Rp 3 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Sangia Wambulu. Sementara kecamatan lainnya diporsikan hingga belasan miliar.

“Jadi masyarakat mempertanyakan pembangunan yang berkeadilan di Kabupaten Buteng itu bagaimana. Saat ini mereka masih menahan kesabaran, tapi kalau 2018 jalan lingkar di Kecamatan Sangia Wambulu tidak diaspal, maka mereka sepakat akan pindah dan bergabung dengan Kota Baubau,” ancam Hasiri.

Maka itu, saat melaksanakan rapat antara Banggar DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait evaluasi Gubernur Sultra terhadap LKPJ APBD 2016 Kabupaten Buteng yang dihadiri langsung Wakil Bupati Buteng La Ntau, purnawirawan Polri itu mengeluarkan kekesalannya atas penganaktirian Kecamatan Sangia Wambulu tersebut.

“Ini sebuah kecelakaan, karena banyak jalan di Kecamatan Sangia Wambulu itu tidak diaspal. Disamping itu, banyak usulan masyarakat lainnya tidak dikerjakan 2017 ini. Berarti Kecamatan Sangia Wambulu itu sudah dikucilkan di Kabupaten Buteng ini. Tolong Pak Wakil ke depan agar diperhatikan kita punya kampung di Baruta sana, kasihan jalan-jalannya tidak diaspal,” lantang Hasiri.

Dirinya mengaku sudah melakukan penelusuran terkait banyaknya usulan masyarakat di Kecamatan Sangia Wambulu tidak direalisasikan. Padahal sudah dibawa di Musrembang tingkat kecamatan hingga kabupaten. “Ternyata banyak dicoret-coret dari Bappeda. Mana yang dari Bappeda di sini, kenapa bisa main coret-coret seperti itu. Saya ingatkan memang, 2018 nanti jangan lagi seperti itu,” tandasnya.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!