Selamat Jalan Sahabat Isharto Hasan – Buton Pos
Metro Baubau

Selamat Jalan Sahabat Isharto Hasan

Dirut Buton Pos, Ramli Akhmad membesuk Almarhum Isharto Hasan saat masih dirawat di RS

Penulis: Irwansyah Amunu, Pemimpin Redaksi Buton Pos

INALILLAHI WA INNAILAIHI ROJIUN. Kami semua sayang engkau wahai sahabat, Isharto Hasan namun Allah lebih cinta.

Rabu 7 November 2018 pagi, Allah memanggilmu setelah beberapa waktu menderita sakit.

Almarhum adalah sosok yang supel. Senyum dan tawa selalu menghias di bibirnya.

Selama bergaul dengannya, tak pernah ada emosi yang meletup darinya. Almarhum memang salah satu teladan wartawan di Buton Pos.

Teringat ketika merintis Buton Pos dari awal -saat itu masih bernama Radar Buton-, Isharto adalah generasi permulaan yang bersama-sama membangun perusahaan ini hingga besar. Saat itu, waktu kerja boleh dikata 1×24 jam. Pagi mencari berita, siang rapat listing berita, sore hingga malam editing berita, bahkan sampai subuh tongkrongi halaman hingga selesai dilayout.

Walau beban kerja yang tinggi tak ada kata mengeluh keluar dari bibirnya. Wajah sumringah, senyum, dan tawa khas selalu menghias wajahnya.

Enjoy. Inilah rumus yang selalu saya, dan kami gunakan untuk mengusir kepenatan agar bisa survive ditengah tekanan kerja yang tinggi.

Tidak bisa saya lupakan dari almarhum, setiap bertemu kerap kali mengeluarkan bayolan yang pasti mengocok perut. Inilah yang khas dari pribadinya, supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Jadi, berpisah pun dengannya tak sadar kita pun sedang tersenyum.

Karir di Buton Pos, almarhum pertama kali ditugaskan sebagai reporter di desk Metro Baubau. Beliau memang ahli dalam mengolah berita politik, hukum, dan kriminal. Banyak berita kontrol yang lahir dari tangannya. Kerap kali berita yang dibuatnya membuat ketar ketir banyak orang.

Bukan hanya itu, selain mahir membuat berita, almarhum juga pandai mengambil gambar. Bahkan untuk yang satu ini, kami sengaja mengirimnya ke Harian Fajar untuk belajar khusus cara pengambilan gambar agar foto yang dihasilkan berkualitas tinggi. Reporter dan fotografer ulung. Perpaduan hebat bagi seorang jurnalis.

Lama berkiprah di Baubau, sebelum akhirnya beliau izin untuk melebarkan sayap Buton Pos hingga ke Buton Utara. Kerja kerasnya membuahkan hasil, Buton Pos menjadi rujukan pembaca pertama disana. Buton Pos adalah media yang paling banyak tirasnya disana. Almarhum dipercaya menjadi Kepala Biro Buton Pos wilayah Buton Utara.

Kini Isharto telah tiada. Meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Jasa, dan kerja keras almarhum untuk Buton Pos akan kami ingat dan jadikan semangat terus bekerja keras.

Akhirnya, selamat jalan saudaraku. Semoga Khusnul khatimah, dikumpulkan bersama nabi dan Rasul, diterima segala amal ibadahnya diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Alfatihah.(****)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top