Seorang Petani Jambu Mete di Buteng Ditemukan Tewas Terbakar di Kebunnya – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Seorang Petani Jambu Mete di Buteng Ditemukan Tewas Terbakar di Kebunnya

Kapolsek Gu AKP Suriadi dan Kadis Sosial Buteng Malik, usai melakukan evakuasi mayat terbakar di Kelurahan Watulea.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, LABUNGKARI – Wanita paruh baya bernama Wa Fia (60), warga Lingkungan 14, Kelurahan Bombonawulu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), ditemukan tewas terbakar di kebun jambu metenya, Rabu (6/11/2019), sekira pukul 09.00 wita, setelah tiga hari tidak pulang ke rumahnya.

Lokasi kebun jambu mete korban terletak di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, sekitar 3 KM jalan masuk menuju Desa Walengkabola, Kabupaten Muna.

Kapolsek Gu AKP Suriadi, ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan dari hasil keterangan yang dikumpulkan pihaknya dari keluarga korban dan saksi, diduga korban meninggal karena terbakar sendiri setelah membakar rumput liar dalam kebun jambunya.

“Dari posisi korban terbaring di TKP, disekitarnya terdapat bekas-bekas rumput yang sudah terbakar. Sehingga bisa diduga korban terkepung api dan akhirnya terbakar hingga menewaskannya. Mungkin kelelahan padamkan api kemudian pingsan yang pada akhirnya korban ikut terbakar,” tutur Suriadi.

Melihat kondisi mayat yang sudah menghitam terbakar dan diluar kewajaran, keluarga korban bersepakat untuk memakamkannya di kebun tersebut. “Kami dari Kepolisian dan pihak Puskesmas dan instansi teknis dari Dinas Sosial mendukung dan memback up apa yang menjadi keputusan keluarga korban,” timpalnya.

Kapolsek senior ini mengaskan, pihaknya tidak lagi mengembangkan kasus tersebut karena pihak keluarga menerima kematian korban karena meninggal terbakar sendiri dan tidak ada hal-hal lain yang dianggap janggal dan mencurigakan.

Di tempat yang sama, salah seorang saksi yang juga Kepala Lingkungan 14 Kelurahan Bombonawulu, Anci (30), menuturkan dirinya bersama keluarga korban bersepakat mencari korban di kebun jambu metenya setelah mendapat laporan dari adik korban yang berprofesi guru.

“Ibu guru (adik korban, red) melapor ke saya kalau kakaknya sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya. Saya pun menanyakan, kemana korban pergi saat terakhir meninggalkan rumah. Ibu guru bilang pergi ke kebun jambunya. Saya pun memanggil kakak saya dan keluarga korban yang lain untuk mencarinya di kebun jambunya di TKP ini,” beber Anci.

Tidak jauh masuk dalam kebun, mereka pun menemukan korban dalam kondisi sudah tewas dan menghitam karena terbakar dengan posisi telentang. Mayatnya pun sudah mengeluarkan bau tidak sedap. “Kemungkinan sudah tiga hari meninggal, karena kami melihat tak jauh dari mayat ada bekal makanannya berupa nasi kuning dan roti belum tersentuh atau belum sempat dimakan,” tutur Anci.

Setelah berembug dengan pihak keluarga, mereka pun bersepakat memakamkan korban di kebun jambunya tersebut. Pihaknya juga sudah memanggil imam untuk dilakukan proses penguburan jenazah.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top