Sepi Pembeli, Pedagang Sayur Kembali Berunjukrasa – Buton Pos
SUARA SULTRA

Sepi Pembeli, Pedagang Sayur Kembali Berunjukrasa

Sebelum diterima di ruang rapat komisi, para pedagang sayur melakukan aksi mereka di pelataran kantor DPRD Kolaka.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, KOLAKA- Puluhan pedagang kaki lima yang didominasi penjual sayur di Pasar Raya Mekongga (PRM) Kolaka kembali menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kolaka, Senin (3/2).

Aksi yang dimotori koordinator Forum Swadaya Masyarakat (FORSDA), Jabir Lahukuwi itu masih terus mempertanyakan itikad Pemda Kolaka dalam melakukan relokasi terhadap mereka dari lokasi sebelumnya.

“Sudah sebulan kita kita meminta penjelasan yang baik tapi hingga kini belum ada juga solusinya, dagangan kita sepi pembeli. Kita sudah pernah kesini dan juga ke Pemda katanya pemindahan dilakukan untuk penataan pasar, tahu-tahunya hanya untuk pedagang sayur, disana masih ada pedagang sagu, mobil yang menjual sayur juga masih ada di luar, ini tidak adil,” kata Jabir selaku perwakilan pedagang sayur.

Dalam aksi mereka di DPRD, Jabir dan puluhan pedagang sayur diterima oleh perwakilan komisi II di ruang rapat komisi kantor DPRD Kolaka.

Di hadapan anggota komisi II, beberapa pedagang menyatakan relokasi terkesan pilih kasih, sebab kenyataannya di lokasi lama masih ada aktivitas pedagang, khususnya pedagang sagu, dan sayur bermobil.

Selain anggota komisi II, turut hadir pada kesempatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kolaka Andi Tenri Gau.

Dalam kesempatan tersebut Andi Tenri kembali menegaskan, relokasi pedagang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari revitalisasi PRM hingga 2021, mengingat kondisi pasar yang sangat kumuh dan selalu tergenang saat hujan.

“Kan selalu banjir karena drainase tersumbat banyak sampah. Akhirnya diambil tindakan dan ini sudah dikomunikasikan dari berbagai berbagai dinas bahwa ini harus dibersihkan. Karena kumuh juga,” tegas perempuan yang juga kepala BKPSDM itu.

Ditambahkan Andi Tenri, tahapan relokasi tetap memperhitungkan faktor kemanusiaan. Karena itu konsep yang dipilih bukan prnggusuran.

Masih menurut mantan kepala inspektorat, penataan atau revitalisasi PRM juga memperhatikan fungsi berbagai sarana yang ada dalam pasar.

Prev1 of 2



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top