Simulasi, Sesosok Mayat Terindikasi Covid-19 di Buteng Ditemukan Tergeletak di Jalan – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Simulasi, Sesosok Mayat Terindikasi Covid-19 di Buteng Ditemukan Tergeletak di Jalan

 

SIMULASI : Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buteng saat melakukan simulasi penanganan jenazah terindikasi Covid-19 di halaman kantor bupati

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON TENGAH – Sesosok mayat ditemukan tergeletak di jalan di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), membuat geger warga setempat, Senin (19/5/2020), sekitar pukul 10.00 wita. Warga hanya bisa melihat dari kejauhan dan tak berani mendekat untuk menolongnya karena takut terindikasi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Warga pun akhirnya menghubungi pihak Kepolisian dan tak lama kemudian muncul Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga bersama anggotanya. Benar saja, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inavis Polsek jajaran Kabupaten Buteng, sosok mayat yang tidak diketahui identitasnya tersebut terindikasi Covid-19.

Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buteng oleh tim gugus tugas dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan menggunakan mobil Inavis. Tiba di RSUD, tim medis yang dibantu dua anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buteng dengan APD lengkap langsung melakukan penanganan.

Awalnya, jenazah disemprot dengan disinfektan di seluruh permukaan tubuh, termasuk juga pada lubang telinga, hidung, mulut, dan mata ditutup dengan kapas/tissue yang telah diberi cairan disinfektan.

Jenazah kemudian dibungkus dengan plastik bening yang tidak tembus air dan disemprot kembali dengan cairan disinfektan. Selanjutnya dibungkus dengan kain kafan dan kembali dilakukan penyemprotan disinfektan lengkap sebanyak tiga kali oleh petugas yang telah ditunjuk.

Jenazah yang telah dibungkus tersebut kemudian dimasukan kedalam kantong jenazah oleh empat petugas yang telah ditunjuk. Selanjutnya jenazah dipindahkan ke kamar jenazah untuk dimasukan ke peti jenazah.

Peti jenazah tersebut ditutup rapat dan dengan pengawalan personil Polsek jajaran Kabupaten Buteng sebanyak enam orang yang sudah dilengkapi dengan APD. Selanjutnya jenazah dishalatkan oleh tim rohaniawan yang juga memakai APD lengkap.

Dengan pengawalan dari personil Polsek jajaran Kabupaten Buteng, jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman dengan menggunakan ambulans. Tiba di pemakaman, petugas yang ditunjuk memakai APD kemudian menguburkannya.

Sementara warga yang ingin melihat proses pemakaman secara langsung dihalangi beberapa petugas yang memakai APD lengkap. Usai pemakaman, para petugas mencari tempat terbuka untuk melepas APD yang dikenakannya.

Bupati Buteng H Samahuddin yang menyaksikan aksi simulasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buteng bersama jajaran Polsek se Kabupaten Buteng di halaman kantor bupati itu, mengaku apa yang diperagakan dalam simulasi tersebut sudah sesuai protap dan protokol kesehatan dalam menangani jenazah pasien positif Covid-19.

“Simulasi penanganan jenazah Covid-19 seperti ini memang harus dilakukan sejak dini oleh semua daerah, utamanya yang ada kasus positifnya,” ungkapnya didampingi para Kapolsek se Kabupaten Buteng.

Menurutnya, simulasi yang diperagakan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buteng bersama pihak Kepolisian setempat merupakan bagian dari uji kompetensi mereka untuk melihat sejauh mana kesiapannya bila ada kasus positif Covid-19 meninggal.

“Dari simulasi yang kita saksikan tadi, saya kira sudah sangat baik. Bahkan, semua petugas sudah mengetahui tugas masing-masing. Mulai dari identifikasi korban, sampai dengan tata cara penguburan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal,” nilai Samahuddin.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top