Sidang Korupsi SMA 5 Baubau, Jaksa Panggil Mantan Kadis Dikbud – Buton Pos
Metro Baubau

Sidang Korupsi SMA 5 Baubau, Jaksa Panggil Mantan Kadis Dikbud

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2013 dan 2014 pada SMA Negeri 5 Baubau sudah mulai bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari. Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau berencana menghadirkan puluhan saksi yang menjerat Kepala dan Bendahara sekolah tersebut.

Salah satu saksi yang turut diundang untuk bersaksi adalah mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Baubau, Masri. Hanya saja, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Baubau ini belum memenuhi panggilan Jaksa.

“Pihak dinas yang kita panggil termasuk pak Masri, Kadis pendidikan yang sudah pensiun itu. Kita belum tahu alasannya kenapa tidak hadir hari ini (kemarin, red) apakah karena surat panggilan belum sampai ke beliau,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Baubau, La Ode Rubiani dikonfirmasi di kantornya, Jum’at (11/1) kemarin.

Menurut dia, pihaknya menganggap Masri cukup berkaitan dalam pembuktian perkara hasil penyidikan Polres Baubau ini. Pada tahun kejadian, Masri merupakan Kadis Dikbud aktif.

“Hari ini kita panggil untuk menjelaskan teknis keberangkatan ke Kendari nanti. Karena didaftar kita untuk slot pertama ini, kita sudah agendakan pak Masri ikut bersaksi. Jadi harapan saya bisa hadir,” jelasnya.

Selain Masri, kata dia, ada 14 orang lainnya juga sudah didaftarkan untuk bersaksi pada slot pertama nanti. Namun, baru 11 orang yang hadir mengkonfirmasi, mayoritas guru di SMA 5 Baubau pada saat kejadian.

“Majelis hakim memberikan kita waktu tiga kali slot kesaksian, slot keempat itu saksi ahli. Sementara di berkas perkara itu ada 70 lebih saksinya, tidak mungkin kita bisa hadirkan semua. Tapi nanti kita pilah yang bisa mendekati pembuktian,” tandasnya.

Ia mengatakan, sidang keterangan 15 saksi itu akan digelar Selasa (15/1) pekan depan. Pihaknya berharap ada peran aktif para saksi dalam hal biaya selama persidangan, karena anggaran Kejari Baubau tidak mencukupi mengakomodir seluruh saksi.

“Kewajiban hukum bagi setiap warga negara untuk dimintai keterangan apapun terkait tindak pidana korupsi. Apalagi pak Masri ini sebagai mantan pejabat harusnya sih mendukung,” pungkas Rubiani.(exa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top