Sidang Lanjutan Umar Samiun, Keterangan Abu Umaya Dinilai Bohong – Butonpos
Hukum

Sidang Lanjutan Umar Samiun, Keterangan Abu Umaya Dinilai Bohong

umar samiun

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Sidang lanjutan kasus suap Pilkada Kabupaten Buton, dengan terdakwah Umar Samsu Samiun kembali di gelar. Sidang dengan agenda pemeriksaan empat saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berjalan alot, Rabu (26/7).

Dalam persidangan, Abu Umaya yang dihadirkan oleh JPU sebagai saksi memberikan keterangan yang berbelit-belit. hampir sebagian besar pertanyaan yang diajukan oleh penasehat hukum Umar Samsu Samiun tak mampu dijawab dengan dalih lupa.

Tak hanya itu, Abu Umaya juga memberikan keterangan yang berbeda dengan bukti pendaftaran gugatan hasil Pilkada Kabupaten Buton tahun 2011 lalu. Menurut Abu Umaya, kuasa hukum Umar Samsu Samiun saat itu, hendak memasukan laporan gugatan hasil Pilkada pada tanggal 12 Agustus 2011 malam hari.

Sementara itu, berdasarkan bukti registrasi dari Mahkamah Konstitusi (MK), gugatan terdakwah (Umar Samiun-red) masuk pada tanggal yang sama yakni 12 Agustus 2011 pada siang hari, tepat pukul 11.56 WIB. Meski sudah ditanyakan berulang kali, lelaki yang mengakui sebagai tukang Jonson itu tetap bersikeras dengan kesaksiannya.

Hingga kuasa hukum terdakwah, Saleh SH meminta izin kepada Majelis Hakim untuk memberikan waktu, agar bisa menunjukan bukti akta registrasi laporan gugatan Umar Samsu Samiun ke MK. Saat bukti akta registrasi dari MK ditunjukan, Abu Umaya lantas berkilah jika dirinya tak tahu.

“Kata Abu Umaya laporan gugatan Pak Umar itu masuk malam hari, tepat 12 Agustus 2011. Sementara akta dari MK siang hari. Parahnya lagi, Abu Umaya mengatakan bahwa, Pak Umar itu meminta bantuan ke orang MK, Dian Fariska untuk membuat gugatan pada malam hari, ini bohong,” jelas Saleh usai persidangan.

Tak sampai disitu, Abu Umaya juga menjelaskan jika gugatan Umar Samsu Samiun ini bersamaan dengan gugatan kandidat bupati lainnya, La Uku Dani di malam hari. Padahal, daftar registrasi MK soal gugatan La Uku Dani masuk pada 12 Agustus 2011 pukul 14.58 dengan nomor registrasi 21.

“Keterangan Abu Umaya tak nyambung. Semua yang dijelaskan itu bohong. Itu juga terlihat saat bukti dari MK ditunjukan ke majelis hakim, Abu Umaya lantas kaget dan mengatakan tidak tahu,” kata Saleh.

Saleh juga mengaku belum mengetahui BAP Abu Umayah soal Dian Fariska diminta untuk membuat laporan gugatan ke MK, apakah benar-benar dilakukan atau tidak. “Saya tidak tahu, apakah Dian Fariska jadi buat laporan atau tidak. Tapi gugatan itu sudah masuk siang hari,” tanya dia.

Sementara itu Dian Farizka membantah keterangan Abu Umayah itu. Dian Farizka mengaku tidak pernah diperintah untuk membuat gugatan terhadap pasangan calon Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry (Oemar Bakry) dan La Uku–Dani. Apalagi menerima imbalan untuk pembuatan materi gugatan tersebut.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

To Top