Soal Pemekaran Kepton, Amirul Tamim: Agak Berat Beban Pemerintah – Buton Pos
Metro Baubau

Soal Pemekaran Kepton, Amirul Tamim: Agak Berat Beban Pemerintah

amirul Tamim

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Kebijakan moratorium pemekaran daerah yang diambil pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode sebelumnya membuat pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) tertunda.

Dalam sidang paripurna DPD RI pada tanggal 06 januari 2020 lalu, Amirul Tamim selaku anggota DPD RI dapil Sultra telah menyampaikan agar DPD segera mendesak pemerintah untuk mencabut moratorium tersebut.

“Karena dengan pemekaran beberapa masalah seperti yang dirasakan sekarang dapat diminimalisir melalui optimalisasi peran pemerintah daerah,” kata Amirul Tamim saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (08/01/2020).

Sampai saat ini pemerintah masih melakukan moratorium terkait pemekaran. Hal ini dapat dilihat dari peraturan pemerintah tentang penataan daerah itu sendiri sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2014 sebagai pedoman pemekaran belum dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kalau melihat dari agenda pemerintah dan kondisi perekonomian bangsa serta berbagai permasalahan yang dihadapi termasuk tahun 2020 ini ada 270 Pilkada serentak, saya kira agak berat beban pemerintah, kita ketahui usul pemekaran yg tercatat di Kemendagri sekitar 314 sudah termasuk usul beberapa provinsi, kabupaten kota di Sultra. Kepton untuk provinsi, kabaena, Konawe Timur, Muna Timur dan Kota Raha,” jelas Amirul.

Lebih lanjut mantan Wali Kota Baubau dua periode itu mengatakan, walaupun pemerintah masih melakukan moratorium, pemerintah dan masyarakat daerah pemekaran harus terus melakukan upaya-upaya pembenahan, berbagai kegiatan persiapan baik itu pembangunan daerah yang mau dimekarkan termasuk langkah-langkah kongkrit seperti persiapan sesuai dengan syarat-syarat yang dibutuhkan.

“Saat ini Sultra khususnya wilayah kepulauan merasakan adanya ketidak seimbangan pelayanan pemerintahan dan pembangunan serta pengelolaan potensi daerah masih dirasakan jauh dari yang diharapkan karena disebabkan oleh rentang kendali yg terlalu luas,” tutupnya. (Po1/adm)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top