Tafdil Buka Festival Tangkeno Kabaena 2017 – Butonpos
Suara Bombana

Tafdil Buka Festival Tangkeno Kabaena 2017

Tafdil sat membuka festival tangkeno kabaena 2017

KARNAVAL

BUTONPOS.COM, BOMBANA-Festival Budaya Kabaena atau dikenal Festival Tangkeno resmi dibuka, Selasa (10/10) di Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana

Festival tahunan yang menampilkan aneka ragam Budaya Kabaena itu, dibuka langsung oleh Bupati Bombana H. Tafdil. Ini sekaligus kunjungan perdana Tafdil pasca penobatan dirinya, sebagai Bupati Bombana dua periode, 22 Agustus lalu.

Pembukaan Festival Tangkeno didesain lebih semarak. Berlokasi dilereng kaki gunung Sabampolulo, Festival adat Kampung tua Kabaena itu, menyuguhkan sejumlah tarian-tarian khas Kabaena.

Pembukaan di awali dengan pawai bagi kontingen enam kecamatan sepulau Kabaena. Dengan mengenakan aneka pakaian adat setempat, tiap peserta dipimpin langsung oleh camatnya masing-masing.

Pawai mengintari wilayah Plaza Tangkeno. Sebuah lokasi destinasi wisata seukuran 5 Hektar persegi. Dibuat khusus disebuah area lereng gunung dengan ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut.

Sementara dipanggung kehormatan, dijejali sejumlah tamu undangan dari unsur Muspida daerah. Bupati Bombana H.Tafdil bersama istri Andi Nirwana Tafdil hadir mengenakan pakaian khas adat Kabaena. Bersama tamu undangan, keduanya terus melambaikan tangan ketika pawai melintaasi panggung kehormatan

Turut hadir diantaranya, Dandim 1413 Buton, wakapolres Bombana, sejumlah kadis, kepala badan dan kantor lingkup pemkab Bombnaa, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga pihak Investor tambang pun, menempatkan waktu menikmati meriahnya pembukaan festival Tngkeno.

Pasca pawai, acara dilanjutkan dengan Tarian kolosal. Tarian yang ditunggu-tunggu itu, cukup memukau masyarakat dan tamu undangan. Aneka tarian khas Kabaena dipadukan menjadi satu koreografi yang unik dan menakjubkan. Diperagakan oleh ratusan siswa SD dan SMP dengan sejumlah atraksi dan fariasi gerakan. Tiap gerakan mencerminkan satu simbol atau makna tertentu, dalam kehidupan adat istiadat masyarakat Kabaena.

Dalam satu formasi tertentu, Tarian kolosal menampilkan cerita hadirnya putri cantik di Pulau Kabaena. Konon putri tersebut berasal dari kayangan, hingga beranak pinang di negeri seribu bambu itu. Cerita kedatangan putri kayangan tersebut, diperagakan oleh dua dara cantik. Dengan polesan busana yang menawan, keduanya menari lentik ditengah tarian kolosal.

Bupati Bombana H. Tafdil dalam sambutannya, mengapresiasi budaya leluhur yang lahir di Pulau Kabaena. Tafdil mengaku siap menyohorkan Kabaena sebagai salah satu ikon budaya di Kabupaten Bombana.

“Sejak kepemerintahan saya di periode pertama lalu, kami sudah canangkan Kabaena sebagai salah satu daerah tujuan Destinasi wisata Kabupaten Bombana. Dan Alhamdulilah mulai 2013 lalu, niatan itu mulai di gagas. Salah satu buahnya, yakni hadirnya lokasi plaza yang indah ini, di Desa Tangkeno,” ujarnya.

Tafdil yakin ke depan, panorama alam dan aneka adat-istiadat Kabaena akan diminati oleh dunia dan wisatawan lokal nusantara “Perlahan kita terus benahi dan kembangkan potensi wisata yang ada di daerah kita. Potensi ini jika terus kita pelihara, kita jaga kelestariannya dan kita bumingkan hingga ke mancan negara, akan membawah dampak positif bagi daerah dan masyarakat Kabaena,” tandasnya.

Tafdil berharap dukungan kuat dari masyarakat Kabaena sangat dibutuhkan guna mewujudkan impian itu. “Sudah banyak bukti, bahwa potensi wisata dapat membangkitkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Makanya pemerintah butuh komitmen dan dukungan kuat dari masyarakat untuk mewujudkan destinasi wisata kabaena yang kita cintai bersama ini,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata kabupaten Bombana Ibu Janariah menjelaskan festival Tangkeno merupakan tradisi atau kegiatan rutin yang digelar tiap tahu di desa wisata Tangkeno. Ketua Panitia festival Tangkeno ini menjelaskan sejatinya hadirnya kegiatan bertujuan untuk menggali potensi adat istiadat Pulau Kabaena. Kegiatan kemudian dibalut dalam ajang perlombaan bagi pelajar dan masyarakat

“Kegiatan ini melibatkan enam kecamatan se pulau kabaena. Dilakoni mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMU hingga tingkat Dewasa. Beragam jenis budaya yang kami lombakan, dengan sasaran untuk menggali potensi budaya lokal, lalu kita perkenalkan kepada masyarakat luar. Harapan kami dengan festival ini dapat memberi dampak positif. Misalnya hadirnya kelestarian budaya daerah, perkenalan jenis budaya lokal atas anak usia dini, hingga ajang promosi. Bahkan tidak menutup kemungkinan, bakal ada pelaku usaha wisata di daerah ini ,” jelasnya.

Sedikitnya terdapat 11 jenis kegiatan yang dilombakan dalam ajang Festival Tangkeno. Diantaranya lomba Tarian khas Lumense, lomba tari kreasi dan lulo tradisional, lomba cerita rakyat, Lomba lagu daerah, lomba lulo alu, lomba seni kerajinan, pemilihan putri kabaena atau waipode anadalo dan serta kegiatan seni lainnya. (Dar)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top