Tak Cukup Bukti, Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buteng – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Tak Cukup Bukti, Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buteng

Kombes Pol Ibrahim Tompo SIK MSi

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON TENGAH – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menghentikan proses penyelidikan atas laporan tindak pidana pemalsuan surat terhadap ijazah sarjana ekonomi Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin, dikarenakan tidak cukup bukti atau tidak memenuhi unsur pasal yang disangkakan terhadap terlapor.

“Kita telah melakukan lidik pendalaman terkait laporan polisi Nomor: LPB/439/XI/2019/SPKT, tanggal 30 November 2019 tentang tindak pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu,” tulis Kombes Pol Ibrahim Tompo, melalui pesan WhatsApp, Senin (23/3/2020).

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terlapor, dikaitkan dengan barang bukti surat dan untuk mengetahui kebenaran Samahuddin adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen – Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar, penyidik Polda Sulsel telah memeriksa berbagai pihak.

“Dengan melihat data, berkas administrasi dan keterangan-keterangan dari pohak-pihak yang kompeten dan instansi yang berwenang dengan kaitan akrifitas kemahasiswaan, sangat relevan dengan bukti-bukti administrasi. Didukung saksi-saksi, bahwa yang bersangkutan melaksanakan kuliah sejak tahun 2003 dan lulus hingga tahun 2011,” beber Ibrahim Tompo.

Ditambah lagi dengan bukti ijazah yang dikeluarkan oleh lembaga kompeten serta registrasi administrasi oleh pejabat berwenang yang sah. Penyidik berkesimpulan, laporan polisi nomor: LPB/439/XI/2019/SPKT, 30 September 2019 tentang tindak pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP tidak terpenuhi unsur, sehingga proses penyelidikannya dihentikan (SP2HPA2).

“Hasil gelar perkara eksternal sependapat untuk menghentikan proses penyelidikannya dengan alasan hukum tidak tepenuhi unsur pasal 263 KUHP yang disangkakan kepada terlapor,” jelas Ibrahim Tompo.

Dengan hasil ini, menjadi langkah mulus bagi STIM-LPI Makassar untuk melapor balik pihak yang melaporkan mahasiswanya Samahuddin yang saat ini menjabat Bupati Buteng atas dugaan pemalsuan ijazah dengan gelar sarjana ekonomi di Polda Sulsel.

Kepala Bagian Administrasi Akademik Kemahasiswaan, STIM-LPI Makassar, Dr Syahrul Makkurade MSi, mengaku akan melapor balik pihak pelapor karena tuduhannya tidak berdasar dan merugikan nama baik STIM-LPI Makassar secara kelembagaan.

“Dari data-data Samahuddin kuliah di kampus, mulia dari KRS, KHS, berita acara ujian final, SK Yudisium dan lain-lain yang telah kami berikan ke Penyidik Kepolisian, membuktikan jika Samahuddin (Bupati Buteng, red) kuliah di STIM-LPI Makassar,” ungkap Syahrul kepada sejumlah media.

Sementara, data-data yang dilaporkan pohak pelapor tidak lengkap, dimana surat-surat tidak dilampirkan dengan tanda tangan dan pengesahan dari pihak kampus. “Yang bisa menentukan seorang mahasiswa berhak memperoleh gelar sarjana atau tidak adalah pihak kampus,” pungkas Syahrul.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top