Terdakwa Jambret HP Istri Polisi Segera Dituntut – Buton Pos
Metro Baubau

Terdakwa Jambret HP Istri Polisi Segera Dituntut

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Nelson alias Itang (25) terdakwa jambret di Jembatan Tengah akan segera dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Baubau pada 13 November 2018.

Majelis hakim yang diketuai Hika D Asril Putra SH, didampingi hakim anggota yakni Rudie SH MH dan Muhajir SH, telah memeriksa terdakwa dan juga beberapa orang saksi. Diantaranya korban sendiri DT (21) yang merupakan istri oknum anggota Polisi yakni diperiksa sebagai saksi.

Menurut keterangan saksi dalam pemeriksaan dihadapan majelis hakim, kejadiannya pada Agustus lalu di Jembatan tengah pada malam hari. Saksi sudah merasa curiga dengan terdakwa karena mengikutinya dua orang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Setelah berhasil mendekati korban, terdakwa langsung menarik tasnya.

“Saya sudah lihat ada yang ikuti saya dari belakang. Dia (Terdakwa, red) langsung menarik tas saya, tapi yang dilihat hanya Hand Phone (HP) lalu mengambilnya,”kata Saksi, dihadapan majelis hakim.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta dan langsung melaporkannya ke Satuan reskrim Polres Baubau. Sementara itu, dari pengakuan terdakwa terpaksa melakukan perbuatan itu dikarenakan terhimpit persoalan ekonomi. Hanya saja pada saat hand phone berhasil di jambret langsung memberikannya kepada keponakannya.

“Saya tidak tahu bahwa ini hasil curian karena saya dikasi. Cuma dia (Terdakwa, red) bilang kalau sempat ada yang tanya bilang saja saya tidak tahu apa-apa tentang Hand phone (Hp) ini,” kata keponakan terdakwa, menirukan ucapan terdakwa yang juga diperiksa sebagai saksi.

Tidak hanya itu, pacar terdakwa sendiri FN (22) juga di periksa sebagai saksi. Dalam keterangannya, saat itu diajak oleh terdakwa menuju pantai Kamali. Setibanya di pantai Kamali, terdakwa menemui seseorang dan seseorang itu sekitar 20 meter dengan saksi. Sepengetahuan saksi bahwa hand phone itu didapat dari hasil pembelian.

“Saya tidak tahu bahwa hand phone itu hasil curian. Kalau saya tahu pasti saya marah,” kata saksi.

Perlu diketahui, selama pemeriksaan di penyidik terdakwa belum mengakuinya. Setelah diperiksa di ruang sidang baru terdakwa mengakui perbuatannya. Atas perbuatan terdakwa dikenai pasal 363 KUHP ayat 1 tentang pencurian dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Sidang selanjutnya terdakwa akan segera dituntut JPU.(m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top