Terganjal Moratorium, Nasib Kepton Ditentukan Usai Pemilu – Buton Pos
Metro Baubau

Terganjal Moratorium, Nasib Kepton Ditentukan Usai Pemilu

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Pemerintah Pusat memberikan sinyal berpeluang membuka moratorium pemekaran daerah baru. Namun potensi itu tergantung dinamika pasca-Pemilu 2019 ini.

Informasi ini seperti dikatakan Direktur Penataan Daerah, Otonomi khusus, dan DPOD Dirjen Otoda Kemendagri, Andi Bataralifu dalam rapat evaluasi Kabupaten Buton Selatan (Busel) sebagai daerah otonomo baru (DOB) di Aula Lamaindo, Rabu (20/3).

Ia menjelaskan, kedepan pasca-terbitnya Undang-undang nomor 23 tahun 2014, mekanisme pembentukan daerah baru tidak lagi langsung menjadi daerah otonomi, tapi melalui dulu proses fase menjadi daerah otonomi baru.

“Ibaratnya seorang bayi yang baru lahir langsung diberikan pekerjaan. Ini yang mirip-mirip setara dengan daerah otonomi. Jadi kadang bayinya tidak bisa, kadang kuat, kadang butuh pendampingan yang lebih intensif. Sehingga itu perlu memelurkan energi dan sumber daya yang tidak sedikit,” jelasnya.

Oleh karenanya, kata pria asal Sulawesi Selatan ini, pembentukan daerah otonom sesuai UU 23 tahun 2014 itu nanti melewati satu fase daerah persiapan baru menjadi DOB.

“Apapun itu, entah kabupaten atau kota dan provinsi. Itu akan melewati fase persiapan. Lamanya, kurang lebih tiga tahun,” katanya.

Regulasi yang menaungi daerah periapan itu, lanjutnya nantinya dibentuk dengan Peraturan Pemerintah (PP). Bukan dibentuk dengan UU seperti pembentukan DOB seperti yang terjadi sebelumnya.

Andi menjelaskan, fase daerah persiapan ini diharapkan menjadi laboratorium untuk menguatkan daerah tersebut siap memjadi daerah otonom.

Setelah daerah itu dianggap siap berdasarkan hasil evaluasi daerah persiapan, maka daerah itu akan ditetapkan menjadi Undang-undang DOB. Nantinya ada fasenya lima tahun pendampingan. Jika seandainya baik maka menjadi DOB.

Selama ini berdasarkan UU 32 dan PP 78 fase pendampingan DOB hanya lima tahun. Sekarang berdasarkan UU 23 tahun 2014 fase pendampingan DOB menjadi delapan tahun. Yakni tiga tahun selama fase menjadi daerah persiapan, lima tahun menjadi DOB.

Ia mengungkapkan, saat ini kurang lebih ada 315 usulan proposal menjadi pembentukan daerah baru di Indonesia. Namun dokumen tersebut tentunya kemudian dipelajari.

Dari 315 dokumen proposal usulan DOB sudah ada di kementerian itu, akunya, termasuk Kepton. “Sangat banyak usulan, salah satunya juga di Sultra ini pembentukan Provinsi Kepton, ini luar biasa,” ujarnya.

Khusus Kepton sendiri masih menggunakan PP 78. Sedangkan PP yang baru ini berinduk pada undang-undang 23. “Nah tentu ada review kembali terkait dengan dokumen yang sudah ada ini. Bukan hanya Sultra, namun semua yang sudah mengusulkan ini, tentu parameternya menggunakan PP yang baru. Baik yang kemarin yang masih menggunakan 587 itu tetap kita akan review dengan menggunakan regulasi yang baru,” tambahnya.

“Namun sepanjang dokumen Kepton menggunakan PP 78 tentu saja akan ada perbaikan dokumen karena parameter yang digunakan tadi berbeda. Jadi nanti dilihat saja, yang ini sudah benar atau belum,” katanya.

Namun kata dia, posisi pemerintah saat ini masih dalam moratorium atau menghentikan pemekaran. Meski demikian, Ia memberikan sinyal kuat kedepan bisa saja ada potensi kebijakan baru.

Menurutnya, salah satu parameter dalam membahas daerah otonom baru atau daerah persiapan ke depan tentu mendapatkan masukan-masukan dari berbagai pihak. Khususnya pihak yang bersinggungan langsung dengan keberadaan DOB. Khusunya kejaksaan, pengadilan, dan kepolisian/TNI.

Tentu lanjut Andi Bataralifu, khususnya direktorat yang menangani pemekaran ini akan mengerjakanya dari sisi teknokratis. Jadi ada sisi teknokrat, sisi admnistrasi, dan sisi politis. Ini akan ketemu menjadi satu apakah terbentuk atau dibuka kerang moratorium.

“Apakah nanti dibuka ya bisa saja terjadi. Itu tergantung dinamika, pasca-Pileg mungkin sudah ada kejelasan itu kebijakan-kebijakan pembentukan daerah,” tutupnya. (aga)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top