Terkait Tewasnya Randi dan Yusuf, Rocky Gerung Minta Pelakunya Diusut – Buton Pos
Metro Baubau

Terkait Tewasnya Randi dan Yusuf, Rocky Gerung Minta Pelakunya Diusut

KULIAH UMUM: Rocky Gerung saat mengisi kuliah umum di Unidayan Baubau, Rabu (9/10). FOTO: FUNARNO/BUTON POS

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Tewasnya dua orang Mahasiswa di Kota Kendari dalam demonstrasi memprotes kebijakan RKUHP dan RUKPK mengundang perhatian publik. Rocky Gerung turut prihatin dengan tewasnya Randi (21) dan Yusuf.

“Saya juga sudah bicara soal kriminalnya agar diusut. Saya sudah bicara di Kontras,” ujarnya saat ditemui di Gedung Rektorat Unidayan, kemarin.

Kata dia, dalam demonstrasi memang selalu ada penumpang gelap, namun pihaknya menuntut agar pelakunya dicari.

“Kalau aparat misalnya, supaya diusut. Demokrasi itu sebenarnya lega dengan mengakui kekeliruan walaupun jalan satu-satunya adalah penumpang gelap,” tandasnya.

Ia menegaskan, mahasiswa bebas menyampaikan pendapat, karena tidak mungkin dialihkan pikiran mahasiswa yang tugasnya menguji argumen dalam panggung akademisi.

Menurut pengamat politik sekaligus pakar filsafat itu, mahasiswa saat ini sudah memperlihatkan dirinya sebagai salah satu instrumen masyarakat yang memiliki pemikiran kritis.

Pemikiran kritis tersebut, kata dia, bisa terlihat saat dia memberikan materi kemudian masuk sesi tanya jawab, ketika itu ada beberapa mahasiswa yang mengkritisi materi yang dia sampaikan.

“Jadi menurut saya, DNA mahasiswa itu berpikir kritis. Sehingga untuk menghadang mahasiswa berpikir kritis akan sia-sia,” ucap Roky Gerung di ruangan Rektor Unidayan Baubau.

Di waktu bersamaan, figur yang dikenal dengan moto akal sehat ini mengatakan dengan adanya aksi-aksi mahasiswa di sejumlah daera terhadap penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP menunjukan tendensi membendung sikap kritis mahasiswa gagal.

Menyikapi insiden tewasnya dua orang mahasiswa UHO saat demo penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP, pemikir filsuf ini sangat menyayangkan sikap kepolisian yang hanya menuduh bahwa di balik unjuk rasa tersebut ada penunggang gelap.

“Jangan cuma menuduh ada penunggang gelap tapi usut pelakunya siapa, kalau sudah ketemu pelakunya baru bilang penumpang gelap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sultra telah memeriksa enam orang anggota polisi yang diduga membawa senjata api (Senpi) saat demontras mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Sultra hingga menewaskan Randi dan Yusuf itu.

Tidak hanya itu, Kapolres Kendari dimutasi. Mutasi Kapolres itu disinyalir sebagai akibat dari tewasnya dua orang mahasiswa tersebut. (m3/p5)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top