Testomoni Dr H MZ Amirul Tamim (1): Filosofi Sprei, HYF-Ahmad Siap Buka Pusat Pertumbuhan Baru – Buton Pos
Metro Baubau

Testomoni Dr H MZ Amirul Tamim (1): Filosofi Sprei, HYF-Ahmad Siap Buka Pusat Pertumbuhan Baru

HYF- Ahmad
HYF- Ahmad

BUTONPOS.COM, SUKSES meletakkan pondasi pembangunan Baubau, mantan Wali Kota Baubau dua periode, Dr H MZ Amirul Tamim menilai Haji Yusran Fahim (HYF)-Ahmad Arfah sosok yang tepat memimpin Baubau mendatang. Apa alasannya? Berikut petikan wawancaranya kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.

Bagaimana bapak melihat Baubau sekarang untuk suksesi kepemimpinan Baubau yang akan datang.

Ya, kalau dilihat dari Baubau sekarang harus kita bisa lihat Baubau dari suatu masa yang harus kita tarik Baubau dari masa-masa sebelumnya. Jadi yang pertama mungkin perlu dihami semua, Baubau adalah pusat peradaban negeri ini jauh sebelumnya.

Itu kita harus tarik bahwa negeri ini adalah pusat peradaban dari masa-masa jauh sebelumnya, itu kita bisa tandai adanya beberapa raja, sultan, kemudian sebelum menjadi satu daerah kabupaten dia dipimpin juga beberapa baik itu Swapraja maupun dari KPN. Kemudian dia menjadi kabupaten, jadi bupati, lalu pernah menjadi kota administratif, dan kemudian jadi daerah otonom. Dalam perkembangannya, tentu negeri ini adalah negeri yang mempunyai suatu kekhususan.

Secara fisik Baubau mempunyai posisi strategis dilihat dari sisi geografis, kemudian dilihat dari sisi potensi dan peran-peran kewilayahannya, menjadi pintu masuk keluar bagi daerah-daerah sekitarnya. Sehingga memang Baubau harus dapat mempersiapkan diri dari segala dinamika peradaban, baik secara ekonomi, sosial, politik, budaya, maupun dari sisi keagamaan dan pergaulan sampai internasional. Karena posisi, potensi, dan berbagai keunggulan-keunggulan yang dimiliki.

Oleh sebab itu, Baubau secara fisik harus dapat siap dari semua dinamika, kalau kita bicara secara fisik berarti kita harus bicara juga tentang kondisi keruangan, bagaimana mempersiapkan Baubau dari sisi ruang. Karena Baubau bergerak maju baik dalam dinamika kehidupan ekonomi, politik, populasi dari segala macam, termasuk populasi manusia, orang yang tinggal di dalamnya. Populasi dari berkembangnya dinamika, populasi barang dan jasa, dan sebagainya, kan kita harus berbicara dengan ruang.

Kondisi terakhir, kelihatannya aspek keruangan ini terabaikan. Kelihatan secara fisik terkait dengan bagaimana seharusnya proses-proses kekotaan kelihatan terabaikan. Baik dari fungsi-fungsi, pemanfaatan-pemanfaatan ruang, kemudian bagaimana arah pertumbuhan Baubau. Kelihatannya mengabaikan konsep-konsep idealnya dari suatu kota yang bergerak maju. Karena kemajuan tidak bisa kita bendung, kemajuan harus dimenej. Tapi kemungkinan kalau tidak dimenej dengan baik, menjadi kemajuan yang menciptakan masalah-masalah baru.

Nah, itulah yang harus dihindari terkait dengan kondisi Kota Baubau, apalagi kalau kita melihat Baubau berada pada posisi yang menghubungkan antara Kawasan Barat, dan Timur Indonesia. Nah dari sisi Barat dengan populasi dan produktivitas barang dan jasa disana tempatnya. Kemudian dari sisi Timur kalau kita lihat disitulah prospek dan masa depan Indonesia yang banyak kaitannya dengan potensi sumber daya alam Potensi sumber daya alam ini akan punya daya tarik sendiri, bukan hanya secara nasional untuk menjadi suatu potensi kekayaan Indonesia, tapi akan menjadi rebutan bagi kepentingan-kepentingan global yang akan lain. Sebab itu Baubau harus siap dari segala macam dinamika ke depan. Itu yang harus menjadi perhatian kita semua, juga oleh Baubau itu sendiri.
Bapak menyinggung tentang kemajuan yang tidak bisa dibendung, kalau kita bicara kemajuan yang tidak bisa dibendung, bagaimana bapak melihat HYF-Ahmad dalam menata Baubau untuk menata ruang-ruang yang ada sehingga bisa sejalan dengan arah pertumbuhan Kota Baubau.

Ya, saya banyak diskusi dengan kedua tokoh itu terkait bagaimana cara pandangnya melihat Baubau kedepan. Ternyata dia punya imajinasi dan pengetahuan serta wawasan terhadap Kota Baubau. Tidak jauh berbeda dengan cara pandang saya, mereka melihat Baubau ini.
Karena biar bagaimana, Baubau ini kita tidur saja dia akan maju sendirinya. Bergerak secara autopilot. Tapi itulah yang kita khawatirkan. Kemajuan yang tidak dimenej dengan suatu keilmuan tersendiri, yang mungkin secara umum harus orang paham tentang Kota Baubau. Dia harus paham tentang ekonomi. Dia harus paham tentang nilai-nilai kultural yang ada di negeri ini. Dan dia juga harus tahu, paham tentang perjalanan pemerintahan. Karena pemerintah mempunyai peran-peran layanan.

Saya melihat figur yang benar-benar bisa memenej kota ini orang yang paham tentang itu, HYF-Ahmad dalam diskusi- diskusi saya dalam bagaimana kita memperkaya diri tentang pemahaman terhadap kota yang seperti saya sebutkan tadi, saya kira mereka berdua mempunyai kelebihan tersendiri dalam memahami Kota Baubau. Sehingga saya yakin bahwa mereka berdua dapat memenej kota ini dengan kaidah-kaidah yang bagaimana dengan tantangan kota ini, baik dalam lima tahun ke depan. Maupun posisi lima tahun ini akan mempersiapkan Baubau untuk menjemput Baubau dalam dinamikanya pada masa-masa yang akan datang.

Tadi bapak juga menyinggung soal prospek dan masa depan, bahwa Baubau ini adalah kota yang memiliki prospek dan masa depan malaupun tidak menej, apalagi kalau dimenej. Nah bagaimana bapak melihat prospek dan masa depan Baubau apalagi dengan orang yang tepat, akan mengarah seperti apa Baubau dalam lima tahun ke depan? Dan bagaimana kalau tidak tepat dimenej orang yang tepat.

Ya, itulah saya katakan ketika dia dimenej dengan tidak tepat maka Baubau akan dibayar mahal oleh semua. Karena tantangan kehidupan kita kedepan semakin besar, semakin mahal, semakin berdaya saing. Kan harus kita melihat daerah belakang kita yang tadinya berstatus kecamatan.

Sekarang daerah belakang kita seperti Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Wakatobi, termasuk Bombana, atau termasuk Muna Barat, daerah-daerah belakang yang potensial tapi status pemerintahannya kecamatan. Sekarang mereka juga adalah daerah-daerah otonom yang sejajar dengan Kota Baubau. Kan disini artinya, ada peran-peran kearifan dan kecerdikan memanej suatu daerah.

Baubau tidak boleh tertinggal dari itu, karena Baubau harus lebih unggul didalam bagaimana memasuki dalam suatu era daya saing antar wilayah dengan keunggulan posisi strategis, dan sebagai pusat dari peradaban-peradaban masa lalu yang berarti sumber daya manusia yang tinggal di Baubau, kita yakin lebih unggul dari sumber daya manusia daerah-daerah belakang yang saya sebutkan tadi.

Kedua, SDM-SDM yang berasal dari daerah belakang yang saya sebutkan tadi juga bermukim di Baubau. Nah jadi dia harus kita memberikan layanan agar mereka menjadikan Baubau adalah titik pijak untuk mengelola potensi dari kita semua untuk menjadi suatu bagian dari potensi Baubau.

Ya, oleh sebab itu, pemimpin yang akan datang adalah pemimpin yang benar-benar berjiwa dan semangat dari Kebutonan dalam arti luas. Tidak bersifat Kebutonan dalam arti yang sempit.

Sehingga potensi-potensi Baubau ini bisa dimanfaatkan sebagai potensi kekuatan bersama, tapi dia berangkat dari suatu gerak dinamika yang dimanej oleh Baubau. Itulah yang saya katakan tadi, bahwa peran untuk memanfaatkan ruang Baubau adalah suatu syarat yang mutlak untuk ditata agar bisa menampung dinamika itu sendiri.

Oleh sebab itu, tantangannya adalah bagaimana potensi pemahaman dari manejer Kota Baubau. Sehingga kalau ini dipahami maka potensi yang positif menjadi kekuatan tersendiri bagi Baubau.

Tapi sebaliknya, kalau Baubau ini manejer kotanya tidak paham tentang itu, dan bisa kita lihat dalam beberapa tahun terakhir, bahwa sebagian peran-peran Baubau sudah diambil oleh beberapa wilayah-wilayah disekitar Baubau. Kalau ini terus-menerus, ini yang saya katakan akan dibayar mahal oleh masyarakat Baubau.

Bayar mahalnya berupa, antara lain bahwa Baubau secara ekonomis sebentar potensinya tidak bisa kita optimalkan. Itu bisa ditandai dengan daya serap ekonomi Baubau melemah, dan bisa dicirikan dengan rendahnya daya beli masyarakat.

Rendahnya daya beli masyarakat bisa berdampak bahwa pelaku-pelaku ekonomi Baubau tidak bisa menjadikan Baubau sebagai pasar yang potensial, untuk bagaimana menarik income dari sumber daya manusia Baubau sebagai suatu pendapatan yang benar-benar potensial untuk menjadi kekuatan ekonomi Baubau dari sisi perdagangan, demikian juga dari sisi jasa. Sementara Baubau ini andalannya adalah perdagangan dan jasa. Karena dia bukan daerah yang mempunyai tempat menjadi sumber daya alam yang dimiliki seperti daerah-daerah lain. Kekuatan Baubau adalah kekuatan dari jasa dan dagang.

Oleh sebab itu, kebijakan ruang adalah kebijakan yang strategis untuk bisa bagaimana menyikapi dinamika itu sendiri.

Terus tadi bapak menyinggung Baubau tidak boleh tertinggal dengan hinterland-nya, apa yang bisa dilakukan HYF-Ahmad untuk menjadikan Baubau ini posisinya sebagai lokomotif bukan gerbong.

Ya, sebenarnya yang kita perlu ambil filosofinya bagaimana sprei tempat tidur. Kalau sprei tempat tidur itu kusut di tengah-tengah, jangan yang kusutnya kau benahi. Kau harus benahi tarik dari pinggir.

Kalau kau tarik dari pinggir, dari empat sudut pinggir dari sprei, maka kusut yang di tengah akan rata, akan rapih. Oleh sebab itu saya tertarik dengan konsep HYF- Ahmad untuk membuka ruang-ruang baru, pusat-pusat pertumbuhan baru di gerbang pintu masuk Kota Baubau dari beberapa sudut, daerah belakang Iya kan.

Itu kan menggunakan filosofi membenahi sprei tempat tidur. Jadi dia mau meletakkan pusat-pusat pertumbuhan di daerah perbatasan dengan daerah-daerah belakang Baubau maka masalah kesemrawutan di tengah akan tertatik sebagian ke daerah-daerah pusat-pusat pertumbuhan baru.

Jadi artinya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, sementara yang selama ini yang diterapkan pemerintah atau stakeholder di kota ini membenahi yang kusut.

Iya kan? Ya, selain mahal, lama, dan tidak menyelesaikan persoalan, malah mungkin menimbulkan persoalan baru.
Oleh sebab itu memang kembali lagi kebijakan penataan ruang dengan beberapa kebijakan-kebijakan strategis seperti yang tadi, yang masuk dalam konsep bagaimana HYF- Ahmad membenahi Baubau dengan menata pusat-pusat pertumbuhan baru di pintu-pintu masuk Baubau dari daerah- daerah belakangnya.
(Bersambung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top