Tinggalkan Desa Walando, Mahasiswa KKN Unidayan Gelar Perpisahan – Butonpos
Suara Buton Tengah

Tinggalkan Desa Walando, Mahasiswa KKN Unidayan Gelar Perpisahan

BERI HADIAH: Kades Walando Mursidin didampingi mahasiswa KKN memberikan hadiah kepada pemenang lomba pada acara malam perpisahan KKN Unidayan XXXV, Sabtu (6-10) malam

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Plus (KKN-P) Univeristas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau XXXV menggelar acara perpisahan dengan ratusan masyarakat Desa Walando, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Jumat (6/10) malam.

Acara yang digelar di halaman gedung sanggar dan seni yang masih dibangun dari dana keserasian sosial itu, dijadikan sebagai ajang perpisahan 10 mahasiswa KKN yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Walando selama 40 hari lamanya.

Kesepuluh mahasiswa KKN tersebut yakni Hidayat (FKIP Bahasa Inggris) yang merupakan Koordinator Desa (Kordes), Wa Ode Putiawati (Administrasi Negara), Suharni Zadin (Administrasi Negara), Risna (Manajemen), Syahrul (FKIP Bahasa Inggris), Wa Ode Syafitri (FKIP Bahasa Inggris), Wa Ode Nurfa Rahmiani Munzila (FKIP Ekonomi), Fina (FKIP Matematika), Febi (FKIP Matematika, Sabrian Mulhakim (Teknik Informatika).

Acara malam perpisahan yang dimulai pukul 19.30 Wita itu diisi dengan pengumuman para pemenang lomba kegiatan keagamaan yang dilaksanakan seminggu sebelumnya. Diantaranya lomba mewarnai tema islam tingkat TK/TPA, lomba adzan tingkat SD dan SMP, dan lomba hafalan surah-surah pendek.

Selain itu, diumumkan pula pemenang lomba olahraga dan seni antar dusun seperti lomba bola gotong, memasukan paku dalam botol, lomba bawa kelereng, dan lomba gawang mini. Penyerahan hadiah yang disumbangkan para perangkat desa dan mahasiswa tersebut ditutup dengan penampilan qasidah dari TPA Al-Falah serta sumbangan sebuah lagu dari para pemuda Walando yang diiringi petikan gitar salah seorang mahasiswa.

Puncak acara malam perpisahan tersebut dilaksanakan lomba joget berpasangan diatas usia 30 tahun. Bahkan untuk memeriahkan acara, para mahasiswa berjoget berpasangan dengan para perangkat desa. Mahasiswa ataupun perangkat desa yang tidak pandai berjoget, dipaksa dan ditarik masuk diarena joget.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top