TPAS Mulai Dibangun, Masalah Sampah di Muna Bisa Terjawab – Buton Pos
Suara Muna

TPAS Mulai Dibangun, Masalah Sampah di Muna Bisa Terjawab

BUTONPOS.COM, MUNA – Bupati Muna, LM Rusman Emba meletakan batu pertama pembangunan Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Modern di Desa Wawesa, Kecamatan Batalaiworu. Dengan adanya TPAS itu, Rusman berharap dapat menjawab semua persoalan sampah yang viral akhir-akhir ini.

“Kita akan gerakan seluruh steakholder, lurah, camat dan OPD untuk mengawasi dan menjaga kebersihan,” katanya.

Pembangunan TPAS itu, menurut dia prosesnya begitu panjang. Sebenarnya Muna tidak mendapat jatah pembangunan TPAS dari Kementrian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (KemenPUPR). Namun, karena berkat kordinasinya yang baik, sehingga digelontorkan dana segar sebesar Rp 13 M. “Kita sangat berterima kasih pada KemenPUPR, TPAS ini akan kita kelola dengan baik,” ungkapnya.

Sahabudin, Kepala Satker Pelaksana Prasarana Pemukiman menerangkan, terwujudnya pelaksanaan pembangunan TPAS ini melewati proses yang begitu panjang. Mulai dirancang tahun 2010 silam saat Bupati Muna, Ridwan Bae. Kala itu terjadi perpindahan pada beberapa tempat sehingga pembangunanya gagal. Kemudian dilanjutkan lagi saat Bupati LM Baharuddin, tapi lagi-lagi gagal. “Ini sudah 9 tahun gagal terus, nanti setelah Bupati Rusman Emba baru bisa terwujud pembangunanya,” kata Sahabudin.

TPAS yang dibangung menggunakan metode sanitary land fill yang artinya pengolahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah dilokasi cekung dan kemudian menimbunya dengan tanah. Sehingga, bila dikelola sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP) tidak akan menimbulkan bau busuk, pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan.

Berdasarkan pertimbanngan kontur lokasi, dibagi tiga zona dan 1 kolam IPL. TPAS Muna masuk dalam zona 1 dengan luasan 0.64 hektar yang bisa menampung sampah hingga tujuh tahun kedepan. Di TPAS juga akan ada pengadaan dan pemasangan geomembran, geotextile, pipa lindi, batu gravel, kolam IPL, jalan operasi untuk persiapan akses kebangunan penunjang, gerbang, sumur monitoring, rumah jaga dan pos jaga. Pembangunanya ditarget tuntas bulan Desember nanti.

“Setelah zona 1, berikutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan zona 2, tapi memakan waktu hingga 7 tahun kedepan,” ujarnya.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sultra, Mustaba menerangkan, dengan adanya TPAS ini diharapkan dapat menjawab seluruh perosalan sampah di Muna. Makanya, Ia berharap Pemkab dapat mengelolanya dengan baik dan benar. Karena, nantinya bila TPAS sudah terbangun akan dibangunkan perumahan untuk para pekerja dan pemulung disekitar lokasi seperti halnya dari TPAS Kendari yang disebut perkampungan swasembada energi. Dimana, perumahannya menggunakan listrik dari hasil pengolah sampah. “Setelah ini, segera usulkan untuk pengadaan armada dan alat berat,” katanya. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top