Tunaikan Ultimatum, Pegawai RSUD Baubau Kurangi Jam Pelayanan – Buton Pos
Metro Baubau

Tunaikan Ultimatum, Pegawai RSUD Baubau Kurangi Jam Pelayanan

MEDIASI: Sekot Roni Muhtar mediasi perseteruan antara pegawai RSUD dengan direktur RSUD dr Nuraeni Djawa, kemarin. FOTO: TEXANDY/BUTON POS

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Konflik internal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau belum juga redam. Teranyar, pegawai RS di Palagimata itu benar-benar menunaikan ultimatum dengan menurunkan kuantitas layanan kepada masyarakat.

Kini, RSUD Baubau hanya membuka pelayanan selama dua jam mulai pukul 10.00 Wita-12.00 Wita, tapi khusus pasien emergency tetap dilayani di Unit Gawat Darurat (UGD). Pengurangan waktu pelayanan ini diumumkan di kaca gedung biru (utama) RSUD Baubau.

Jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dipimpin Sekretaris, Kota Roni Muhtar sampai turun langsung memediasi kisruh antara pegawai dan direktur RSUD Baubau, dr Nuraerni Djawa itu di Aula Gedung Biru RSUD Baubau, Senin (2/12). Mediasi tersebut berlangsung sekitar tiga jam mulai pukul 11.00 Wita.

“Hasil pertemuan ini saya akan melaporkan ke wali kota. Sesudah itu kita akan membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang akan datang bertugas di sini melihat pokok persoalannya,” ungkap Roni Muhtar usai memediasi pegawai dan direktur RSUD Baubau.

Tim Monev itu, kata dia, rencananya beranggotakan dari unsur internal Pemkot Baubau yang tidak berpihak ke siapapun, baik pegawai maupun direktur RSUD Baubau. “Yang kita kedepankan adalah kepentingan masyarakat Kota Baubau,” tandasnya.

Sementara itu, dr Lukman mengatakan, hasil dari mediasi hari itu masih sangat minim dari harapan. Tidak ada kesepakatan yang mengakomodir tuntutan dokter dan jajaran pegawai RSUD Baubau yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap dr Nuraerni Djawa.

“Mosi tidak percaya ini bukan persoalan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), bukan persoalan dr Lukman. Tetapi, ini gerakan semua elemen RSUD, mulai dari komite medis, komite keperawatan, dan pegawai lain-lainnya,” ujar dr Lukman usai mediasi.

Ia membenarkan pihaknya sudah menurunkan waktu pelayanan semua poli seperti gigi, syaraf, anak, jantung, mata, THT, bedah, interna, obgyn, kulkel dan umum. “Kita tetap konsen dengan tuntutan awal,” pungkas Dokter spesialis penyakit dalam ini.

Sebagaimana diketahui, para dokter dan jajaran pegawai melayangkan mosi tidak percaya terhadap direktur RSUD Baubau, dr Nuraerni Djawa, Kamis (28/11) lalu. Salah satu poinnya meminta Wali Kota Baubau, AS Tamrin untuk mencopot dr Nuraerni Djawa.

Wali Kota diberi batas waktu selama 3×24 jam untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut terhitung sejak menyatakan mosi tidak percaya. Jika tidak, dokter dan pegawai RSUD Baubau akan menurunkan standar pelayanan kepada masyarakat. (exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top