Unik, APMKG Gelar Upacara Bendera di Tengah Jalan – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Unik, APMKG Gelar Upacara Bendera di Tengah Jalan

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Gu, mengelar acara penurunan Bendera sang saka Merah Putih diperempatan jalan poros Raha-Wamengkoli.FOTO: DARMONO/BUTON POS

BUTONPOS.COM LABUNGKARI- Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Gu, mengelar acara penurunan Bendera sang saka Merah Putih diperempatan jalan poros Raha-Wamengkoli, tepatnya didepan Rujab Kecamatan Gu, (17/8)kemarin.

Hasdun hasanuddin sebagai ketua panitia mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai rangkaian Penurunan Bendera Merah Putih dalam Rangka Hut Proklasi Kemerdekaan RI ke 73 yang berada dilombe, dimana penaikan Bendera Sang Merah Putih dilakukan pada pukul 09.00

“Latar belakang kami melaksanakan kegiatan tersebut, karena Kami yang hari ini menjadi Pemuda dan Mahasiswa terkhusunya dikecamatan gu merasa kurangnya sentuhan pemerintah daerah. Salah satunya dalam segala bentuk kegiatan pemuda yang diprakarsai pemuda dan mahasiswa,”imbuhnya.

Lanjut Hasdun, juga tidak adanya kegiatan yang menyentuh hati dari pemuda dan mahasiswa pada umumnya. Oleh sebab itu, pihaknya merasa kondisi masyarakat kecamatan gu kurang mendapatkan asupan kegiatan yang bermoral dan mendidik.

“Dimana kegiatan yang ditonjolkan hanya berbau hiburan semata tanpa meninggalkan jejak pesan moralitas. apalagi berbicara kegiatan berbau pendidikan jarang sekali pemerintah daerah memberikan suport ketika ada pemuda atau mahasiswa yang membuat kegiatan untuk membangun paradigma penerus bangsa,”tandasnya.

Sambungnya, Rangkaian Kegiatan tersebut terbagi dalam dua sesi, sesi pertama yang dilaksakan pagi hari adalah pada pukul 09.30 pengibaran bendera merah putih dan mimbar bebas, dimana mimbar bebas itu terdiri dari musikalisasi Puisi, Orasi Ilmiah serta pidato dari kalangan pemuda. Sesi kedua yang dilaksanakan pada sore hari pukul 16.30 adalah Treatikal dan penurunan bendera, dimana treatikal yang menceritakan kejemuan generasi muda karena adanya sekat pemikiran masyarakat akibat dari kepentingan politik dan kebanyakan generasi muda yang mulai terjerumus moralnya oleh teknologi dan Moderenisasi.

“kita sebagai generasi muda tidak boleh menjadi penonton dari perkembangan daerah dan dduk diam ketika maslah datang menimpa daerah kita. Karena pemuda adalah pelaku yang menyeslasaikan masalah daerah bukan yang menambah mengkotak-kotakan apalagi menambah masalah daerah,” pungkasnya. (m4)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top