Update Jumat, Ini Jadwal Sidang PHP Bupati Bombana – Butonpos
Politik

Update Jumat, Ini Jadwal Sidang PHP Bupati Bombana

Kasra Jaru Munara-Man Arfah saat berada didepan gedung MK

Kasra Minta PSU di 53 TPS

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Kemarin, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan (PHP) dua kepala daerah di Sultra, yakni Buton Tengah dan Buton Selatan. Hari ini, dua lagi yang akan disidangkan, yaitu Kota Kendari dan Kabupaten Bombana.

Sesuai jadwal yang ada di laman website resmi MK, PHP Kota Kendari disidangkan pukul 09.00 WIB. Sedangkan PHP Kabupaten Bombana akan digelar pukul 14.00 WIB.

PHP Kota Kendari teregistrasi dengan nomor 26/PHP.KOT-XV/2017 dengan pemohon Abdul Rasak-Haris Andi Surahman.

PHP Bombana teregistrasi dengan nomor 34/PHP.BUP-XV/2017 dengan pemohon Kasra Jaru Munara-Man Arfah.

Kedua PHP tersebut teregistrasi berdasarkan surat yang diterbitkan MK bernomor 32/PAN MK/3/2017 tertanggal 13 Maret 2017.

Dalam permohonannya pasangan calon nomor urut satu, Kasra Jaru Munara-Man Arfah, mempersoalkan hasil perolehan suara di 53 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di lima kecamatan. Gugatan itu terliris dalam petitum badan bantuan hukum dan advokasi kubu Kasra, yang dilayangkan ke KPU Bombana selaku termohon.

Petitum yang diteken sebanyak 32 advokat dan konsultan hukum Kasra itu diantaranya, memohon kepada MK agar membatalkan Keputusan KPU Bombana nomor 08/Kpts/KPU-Kab-026.659470/II/Tahun 2017 yang memenangkan pasangan nomor urut dua Tafdil-Johan Salim.

Setidaknya terdapat dua tuntutan pemohon, diantaranya memintah kepada KPU Bombana untuk mendiskualifikasi Tafdil-Johan Salim atau melaksanakan Pemunguta Suara Ulang (PSU) di 53 TPS.

Rincian 53 TPS yang dipersoalkan tersebut, yakni TPS 2 Desa Tahi ite kecamatan Rarowatu, TPS 1 Desa Lemo Kecamatan Poleang Tenggara, TPS 1 dan TPS 2 Larete dan/atau TPS 1 dan TPS 2 Desa Marampuka Kecamatan Poleang Tenggara, TPS 1 Desa Lamoare Kecamatan Poleang Tenggara, TPS 1 Desa Hukaea Kecamatan Rarowatu Utara.

Selanjutnya, TPS 2 Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya, TPS 1 Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, serta seluruh TPS Kecamatan Poleang Utara yang terdiri dari 21 TPS, dan seluruh Kecamatan Poleang Timur yang terdiri dari 23 TPS.

Beberapa alasan pemohon meminta adanya PSU sebagai mana dirilis dalam petitum, diantaranya adanya dugaan pemilih ganda atau memilih lebih dari satu kali, pembukaan kotak suara, adanya kotak suara yang tidak tersegel, dugaan keterlibatan aparatur desa dan penyelenggara pemilu, hingga adanya dugaan pemilih dari luar warga Bombana.

Sementara itu, komisioner KPU Bombana Ashar mengakui materi gugatan pemohon tersebut. Dia mengatakan selaku termohon, KPU Bombana wajib menyiapkan bahan atas gugatan tersebut.

Kamis kemarin, pihaknya sudah membongkar isi kotak suara di TPS sebanyak yang dicantumkan dalam gugatan pemohon. Tujuannya untuk mengambil sejumlah dokumen data, berupa C1 KWK atau sejenisnya sebagai bahan untuk menjawab atau data pembukti di persidangan MK.

“Selaku termohon, kami sudah menerima materi gugatan pemohon. Setelah tanggal 13 Maret lalu, kami juga sudah menerima registrasi dari MK terkait ini. Bahwa yang tergugat atau termohon kami KPUD, agar menyiapkan data di persidangan MK,” jelas Ashar

Ketua KNPI Bombana ini mengaku, pengambilan dokumen dengan membuka kotak suara di kantornya itu sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, Panwas serta saksi pasangan calon.

“Pembukaan kotak suara ini sudah diatur dalam peraturan KPU. Bahwa ketika ada gugatan di MK maka KPU bisa mengambil data-data yang dibutuhkan untuk kepentingan persidangan,” tukas Ashar

Pantauan media ini, pembukaan kotak suara ikut disaksikan pihak Panwas, Kepolisian serta dua saksi pasangan calon. Sore harinya, data itu lalu diantar ke Kendari menggunakan roda empat sebelum diterbangkan ke Jakarta. Sediktinya ada tiga kotak suara yang diangkut, berisi sejumlah dokumen hasil perolehan suara TPS yang dikawal oleh polisi. (dar)
** Jadwal Sidang MK:

* Jumat (17/3):
– Kota Kendari pukul 09.00 WIB
– Bombana pukul 14.00 WIB

Click to comment

BERITA POPULER

To Top