USN Kolaka Telurkan 365 Wisudawan Baru – Buton Pos
Suara Sultra

USN Kolaka Telurkan 365 Wisudawan Baru

BUTONPOS.COM, KOLAKA – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka kembali menelurkan alumni baru dalam sidang terbuka wisuda VII Sarjana (S1) dan Diploma 3 (D3) tahun akademik 2019 sebanyak 365 orang.

Sidang terbuka wisuda VII yang digelar di salah satu hotel di Kota Kolaka itu turut dihadiri Direktur Jenderal Kelembagaan dan Iptek Kementerian Dikti Dr. Patdono Suwignjo.

Mengawali prosesi peneguhan wisudawan, Rektor USN Kolaka Dr. Azhari memaparkan secara singkat profil kampus merah maron sejak resmi berstatus negeri pada 4 April 2014 lalu.

Saat ini papar Azhari, USN telah memiliki 26 jurusan/program studi (Prodi). Prodi tersebut di antaranya Saintek, Teknik Pertambangan, Teknik Sipil, Ilmu Komputer, Kimia (non keguruan), D3 keparawatan, Farmasi, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan 18 Prodi lainnya.

“Pada tahun 2019 ini kita pun akan mengusulkan operasional 10 Prodi baru di antaranya Prodi Kesehatan Masyarakat, S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan,” papar Azhari.

Dengan potensi akademik dan mahasiswa yang ada saat ini, USN Kolaka kata Azhari, akan melangkah lebih jauh dengan penyiapan berbagai sarana dan fasilitas seperti gedung perkuliahan, laboratorium, rektorat dan fasilitas penunjang lainnya.

Sarana yang kini telah dan akan direalisasikan diantaranya pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium baru melalui pembiayaan SBSN senilai lebih dari Rp 67 miliar, serta gedung Saintek, FKIP, dan gedung perkuliahan terpadu dari Kementerian PUPR sebesar Rp 27 miliar.

“Saat ini semua sarana perkuliahan dan fasilitas aktivitas kampus USN kita itu sedang dalam penyelesaian dan sebagian lagi sedang dalam proses tender,” tambah Azhari.

Pada bidang kemahasiswaan, Azhari mengungkapkan bahwa sejak resmi berstatus negeri pada April 2014 hingga 2019, USN Kolaka di bawah kepemimpinannya telah menghasilkan 7548 alumni sarjana maupun diploma. Dan itu belum termasuk alumni saat masih berstatus sekolah tinggi atau universitas swasta.

Lebih jauh dalam prosesi wisuda tersebut, Azhari juga menyatakan harapannya kepada seluruh wisudawan agar tidak memaknai wisuda sebagai akhir dari proses belajar.

Wisuda kata pria yang pernah meraih rekor MURI sebagai rektor universitas termuda di Indonesia itu, merupakan babak baru kehidupan seseorang ketika memasuki realitas kehidupan.

“Selama perkuliahan otak kiri kalian dijejali dengan berbagai teori dan naskah hafalan, tapi sekarang kalian akan menghadapi realitas dimana teori dan kenyataan acap kali berbeda. Karena itu gunakan dan latih otak kanan kalian. Jadilah orang yang bijak yang mampu menghadapi kenyataan dan bisa menjadi pioner, bukan selalu jadi pengikut. Jangan selalu berharap jadi PNS tapi jadilah orang yang mandiri dan berjiwa petarung,” himbaunya kepada para wisudawan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemen Dikti, Patdono Suwignjo menyatakan bahwa seluruh manusia di muka bumi telah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana kualitas, kreativitas, dan penguasaan keterampilan seseorang akan menjadi penentu keberhasilan menghadapi persaingan.

Atas fakta tersebut, Patdono menyatakan seluruh pihak harus mengantisipasi hal itu, baik kalangan usia didik maupun pemerintah sebagai pemegang regulasi untuk peningkatan SDM.

“Sekarang ini pendidikan tinggi kita akan lebih diarahkan pada out put SDM terampil, yang pembentukannya melalui pendidikan berbasis vokasi, atau politeknik. Dan untuk menuju hal itu kita tahun ini sudah menyiapkan anggaran tidak kecil Rp 72 triliun,” katanya. (m6)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top