Wa Ode Wati Nurbaena Akui Rekaman Ikuti Sekot di Pilwali Baubau – Buton Pos
Metro Baubau

Wa Ode Wati Nurbaena Akui Rekaman Ikuti Sekot di Pilwali Baubau

ilustrasi

BUTONPOS.COM BAUBAU – Beredarnya rekaman suara melalui via Whatsapp (WA) yang diduga perintah memilih salah satu Paslon pada Pilkada, 27 Juni kemarin, menjadi perbincangan hangat di masyarkat.

Apalagi isi rekaman tersebut memerintahkan agar tidak lupa tanggal 27 Juni ada pesan khusus dari Sekot Baubau Muh Roni Muchtar.

Wa Ode Wati Nurbaena, pegawai BKKBN Kota Baubau, saat dikonfirmasi atas rekaman yang diduga suaranya itu, tak mengelak dan membenarkan bahwa dirinya yang berkata dalam rekaman tersebut.

“Benar itu suara saya di group WA K-1, saya ingat. Artinya mereka silahkan memilih dengan cerdas. Silahkan memilih siapa saja, kalau kalian masih ingat kebaikan-kebaikan Pak Roni, yah silahkan, tidak juga tidak jadi masalah,” kata Wati Nurbaena saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (6/7).

“Saya hanya mengingatkan, tetapi saya tidak menggiring. Pak Roni juga tidak pernah memberitahukan kepada saya untuk memilih Paslon nomor urut 2, tidak ada. Jadi tidak ada unsur politik, saya tidak pernah mengarahkan coblos salah satu Paslon. Ndak ada, kalau rekaman itu suara saya, tapi tidak ada unsur dan muatan politik,” bantahnya.

Kata dia, rekaman suara itu, disampaikan oleh dirinya, mengingat kebaikan-kebaikan yang dilakukan Sekot Baubau Muh Roni Muchtar saat menjabat sebagai kepala BKD dulu.

“Saat itu dengan Pak Tamrin (Mantan Kadinsos, red) ketua K1 bolak-balik ke Jakarta, tidak pusing dengan biaya, yang penting kita yang waktu itu 81 orang lolos PNS. Saya tidak akan berhenti memperjuangkan kalian, tapi ingat juga saya,” urainya sambil mengulangi kata-kata dari Almarhum Pak Tamrin.

Pesan itu disampaikan olehnya ke WA Group K1, karena mantan Kadinsos pernah berpesan kepadanya untuk tidak lupa kebaikan Pak Roni. “Dulu ketuanya almarhum Pak Tamrin dari Dinsos, beliau kan sakit keras waktu itu. Dia pernah berpesan kepada saya setahun lalu, waktu itu saya digiring mau tes Panwas. Tapi saya ndak bisa karena saya harus cuti, disampaikan kepada saya kita ini harus membantu, karena dulu kita pernah dibantu,” bebernya.

“Kami berjuang dari K1 sejak tahun 2010 dan baru terangkat tahun 2014 lalu, pas pergantian wali kota dari Pak H MZ Amirul Tamim ke Pak Dr H As Tamrin MH, Pak Roni Muchtar saat itu menjadi kepala BKD, jadi dia pernah berjuang untuk kita semua ini, tapi beliau itu selalu memberikan amanah dan berpesan kepada kita. Hari ini saya bantu kalian, tapi ingat suatu saat mohon bantu juga saya ketika saya membutuhkan kalian kapanpun dan dalam situasi apapun,” sambungnya.

Jadi, menurut ketua penyuluh keluarga berencana itu, tidak ada unsur politik dalam pesan suara yang berdurasi 35 detik tersebut. “Itu sudah dipelintir, saya berani garansi itu. Kalau saya mau, saya giring semua bawahanku yang berjumlah 41 orang. Tapi, bisa tanya anggota saya, hanya saya himbau mereka jangan ada yang Golput. Memang saya ingatkan pesan Pak Roni, saya sudah pikirkan itu. Saya dosen juga di salah satu kampus,” bantahnya.

Terkait pesan suara itu, pihaknya juga sudah pernah ditanya oleh Panwas. Namun ia membantah, karena tidak ada unsur politik. “Di WAG itu, memang kita ada Yasinan, tapi banyak yang tidak hadir. Saya sampaikan mohon kalian membantu. Mau keman-kemana terserah kalian saya hanya mengingatkan saja janji kalian pada saat Pak Roni masih jadi kepala BKD. Pesan seperti itu pada semua momen saya sering sampaikan untuk membantu Pak Roni, bahkan pindah rumahpun saya sampaikan,” ucapnya.

Dengan nada yang sama, terang dia, pernah juga mendapat polemik akibat himbauan untuk tidak lupa tanggal 27 Juni dan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri di Kampus Universitas MUhammadiyah Buton (UMB) bersama mahasiswanya usai jam belajar, namun ia membantah bahwa tidak ada unsur politik. (p1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top